Harga Lods Pasar Sentral Ditetapkan November – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Harga Lods Pasar Sentral Ditetapkan November

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo.

KOLAKAPOS, Makassar–Tim Khusus Pasar Sentral Makassar, yang dibentuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel terus berupaya menyelesaikan kisruh pedagang dan pengelola Pasar Sentral Makassar, PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR). Tim khusus ini telah turun meninjau kondisi pasar sentral.

Kunjungan yang dipimpin Kasat Pol PP Sulsel, Iqbal Suhaeb disertai beberapa anggota tim ini dalam rangka melakukan perhitungan jumlah lods yang layak jual dan ukuran lods yang selesai dibangun oleh pihak pengembang. Data hasil peninjauan ini, akan digunakan untuk merumuskan harga jual lods yang sesuai dengan kebutuhan pedagang dan penawaran dari pengembang.
“Yang paling utama kita lihat adalah kelayakan dari lods yang sudah dibangun, bisa dijual atau tidak. Berapa persen yang bisa dijual, sebab hanya itu yang bisa kita konversi dalam bentuk rupiah,” ucap Iqbal.
Sementara, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengakui, jika pihaknya akan melakukan perhitungan harga lods permeternya. Paling lambat bulan depan pihaknya sudah mengumumkan harga lods hasil kalkulasi tim yang dibentuknya.
“Untuk kasus pasar sentral, kita berharap semuanya sabar, karena sementara kita tangani bersama wali kota. Ini hari (kemarin) saya akan bicara dengan pangdam dan kapolda untuk bisa menemukan jalan keluarnya,” ujarnya.
Menurut Syahrul, seluruh elemen harus menjaga ego masing-masing. Mulai dari harga yang ditawarkan oleh pihak pengembang dan harga yang diusulkan oleh asosiasi pedagang, akan diperhitungkan oleh tim yang dibentuknya.
Sementara, Sekretaris Tim Khusus Pasar Sentral, Asmanto Baso Lewa sebelumya mengakui, polemik Pasar Sentral Makassar sudah difasilitasi oleh beberapa pihak. Pihaknya akan mempertemukan kedua belah pihak yang mewakili pedagang yakni LBH Unhas dan perwakilan dari pihak MTIR.
Setelah rapat kedua nanti tim ini akan mencari lagi waktu untuk memutuskannya. “Di pertemuan kedua nanti kita akan hadirkan kedua belah pihak untuk mencari solusinya dan mengambil kesimpulan secepatnya untuk itu. Saat ini memang kita hanya mencari pemetaannya saja dulu,” jelasnya.
Menurutnya, yang bersoal dalam kasus ini hanya pegadang lama. Sebab, pedagang lama dianggap memiliki perjanjian atau kontrak dengan pengelola. “Sudah ada tawaran tinggal ditetapkan,” jelasnya. (fmc)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top