Dinas PU Parepare Optimis Proyek Rampung Sesuai Target – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Dinas PU Parepare Optimis Proyek Rampung Sesuai Target

ilustrasi

KOLAKAPOS, Parepare–Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Praswil Kota Parepare, Syamsuddin Taha, optimis seluruh proyek dikerjakan tahun ini, selesai tepat waktu. Selain itu, Kadis PU juga memberikan batas waktu 31 Desember.

Dia menyebutkan, proyek akan selesai sesuai kontrak. Saat ini, sejumlah proyek sudah berjalan seperti proyek jalan Jenderal Sudirman. Sementara itu, proyek yang akan dibiayai dari dana Alokasi Khusus (DAK) tambahan sebesar Rp53 miliar akan tayang di ULP.

“Hitungannya, proyek akan selesai 31 Desember. Semua diawasi termasuk DAK tambahan baru. Kami optimis sesuai dengan rencana,” katanya.

Sementara itu, Ketua TP4D yang juga Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Kota Parepare, Yusuf mengatakan, proyek harus dikerjakan harus sesuai kontrak. Proyek yang terganggu karena keadaan alam, pasti ada toleransi.

“Itu sesuai kontrak, adapun karena keadaan alam seperti bencana alam atau mungkin karena hujan, pasti ada toleransi,” katanya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pinrang optimis, tahun ini tidak ada lagi proyek yang mendapatkan pinalti.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Pemkab Pinrang, Syamsuddin, mengatakan, pihaknya tetap memantau proyek fisik. Ia mengaku, progres proyek fisik sudah mencapai 70 persen.

“Kami optimis tidak ada lagi proyek yang terlambat tahun ini. Sejumlah paket proyek besar yang nilainya miliaran telah rampung proses tendernya,” katanya.

Sementara itu, di Barru, proyek yang terlambat menyelesaikan pekerjaan hingga batas kontrak
terancam pinalti.

Berdasarkan pantauan PARE POS sejumlah proyek yang dikerjakan terancam tidak selesai tepat waktu antara lain, pembangunan kantor Bappeda menelan anggaran Rp 1 miliar.

Proyek lainnya adalah tanggul penahan Ombak Sumpang Binangae dengan anggaran Rp590 juta, gedung Farmasi anggaran Rp5 miliar dan beberapa gedung rawat inap di setiap puskesmas yang
menelan anggaran Rp800 juta.

Kepala Bagian Pembangunan Pemkab Barru, Andi Adnan Azis yang dihubungi, Kamis, 27 Oktober, mengatakan, kontraktor yang tidak bisa menyelesaikan pekerjaanya tepat waktu akan dikenakan denda.

Besaran denda akan diberlakukan sesuai dengan nilai proyek. “Sekarang ini ada kesempatan diberikan kepada rekanan selama 90 hari untuk menyelesaikan sisa pekerjaan, dan itu sudah dihitung dengan denda,”ungkapnya.

Asisten II Pemkab Barru ini, mengatakan, persoalan keterlambatan proyek diserahkan ke Kontraktornya dan PPK.

“Sebelum kontrak ditandatangani kita tanya apakah sanggup menyelesaikan atau tidak. Jadi kita serahkan kepada mereka. Kalau tidak selesai ya, ada aturannya kita kenakan denda,”jelasnya.

Ia menambahkan, tahun 2017 mendatang, bagi SKPD yang ingin mengajukan lelang, sebaiknya mengajukan lebih awal dengan asumsi pembahasan APBD pokok bisa selesai November.

Sementera itu Nasir, salah satu kontarktor mengatakan, tidak ada masalah dengan penyelesaian
proyek. Kontarktor harus bekerja dengan serius menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

“Seperti penyelesaian kantor Bappeda, untuk menyelesaikannya tepat waktu kita harus bekerja sampai malam,” jelasnya. (parepos)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top