Musim Hujan, Warga Huko-Huko “Was-Was” Banjir Susulan – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Metro Kolaka

Musim Hujan, Warga Huko-Huko “Was-Was” Banjir Susulan

Sungai Huko-Huko yang rawan meluap dan mengakibatkan banjir jika hujan deras.FOTO:Mirwanto/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kolaka–Pasca banjir yang menggenangi desa Huko-Huko Kecamatan Pomalaa beberapa pekan lalu, membuat sejumlah warga trauma dan merasa was-was. Pasalnya saat ini hujan selalu mengguyur daerah sekitar desa mereka, sehingga warga khawatir akan kembali terjadinya banjir susulan.

“Ini sudah beberapa hari ini selalu kita was-was, tidak bisa tidur tenang, soalnya musim hujan, kita takut air nae (banjir, red) lagi,” tutur Arwin salah, salah seorang warga desa Huko-Huko.

Menurutnya, beberapa hari lalu, air sungai Huko-Huko sempat naik, usai hujan deras sehingga membuat warga sempat panik. “Beberapa hari lalu itu, air sempat naik lagi, tapi nda sampai ke jalanji. Kita sempat panik, tetapi untung cepat hujan reda,” ujarnya.
Dia juga menceritakan, bahwa dirinya beserta keluarganya belum bisa tenang disaat musim penghujan. Bahkan, beberapa barang di dalam rumah keluarganya sudah ada yang dibungkus untuk mengantisipasi adanya banjir. “Ada barang barang yang sudah di bungkus dan digulung. Kadi kalau banjir tinggal kita bawa. Kita sangat khawatir memang, apalagi di televisi selalu ada berita banjir,” ujarnya.
Hal yang sama juga pernah diungkapkan Sekretaris Desa Huko-Huko, Satriani. Ia mengatakan, bahwa warga saat ini masih trauma dan merasa cemas. “Soalnya musim hujan, jadi warga masih ada yang was-was, takut banjir lagi,” ujarnya.
Beberapa warga juga mengungkapkan bahwa desanya sudah rawan Banjir di musim hujan ini akibat hutan disekitar hulu sungai Huko-Huko yang berada di Kecamatan Baula sudah gundul.
Menurut warga ratusan hektar Hutan di sekitar Hulu Sungai Huko-Huko yang berada di wilayah Kecamatan Baula sudah gundul dan beralih fungsi menjadi lahan perkebunan.
“Bagaiman mau tidak banjir kalau hutan sudah gundul diatas sana, coba saja kita ke atas di Baula sana, sudah tidak ada hutannya,” tutur Yudi. (cr4/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top