Antam Jual Daya Listrik Lima MW ke PLN – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Jazirah Sultra

Antam Jual Daya Listrik Lima MW ke PLN

Suasana penandatangan MoU. FOTO: Dadang/Kolaka Pos

KOLAKA POS, KOLAKA–PT. Antam UPBN Sultra secara resmi menjual lima Mega Watt (MW) energi listrik kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN). Hal itu dibuktikan dengan penandatanganan MoU yang disaksikan Bupati Kolaka H. Ahmad Safei dan Wakilnya H. Muh. Jayadin, akhir pekan kemarin.

General Manager PT ANTAM (Persero) Tbk UBPN Sultra, Tri Hartono mengatakan, penjualan daya listrik merupakan terobosan baru dan sejarah baru di Antam Pomalaa. “Kami yang merupakan perusahaan milik negara telah berhasil membangun Power Plant PLTU berkapasitas 2 x 30 MW yang berlokasi di UBP Nikel Sultra Pomalaa dan telah dioperasikan sejak Juni 2016, dan jika dijual ke PLN bisa, maka kami melakukannya,”ujarnya.

Ia mengungkapkan, pembangunan PLTU tersebut awalnya bertujuan untuk memenuhi pasokan listrik pabrik ferronikel dan implasment. Sebab, selama ini Antam masih mengandalkan PLTD yang tentunya biaya operasionalnya cukup tinggi, dengan harapan dapat mengurangi biaya pabrik feronikel .

“Dengan kapasitas 2 x 30 MW tersebut Antam berkomitmen untuk mengalokasikan lima MW untuk kebutuhan masyarakat di Kabupaten Kolaka dengan melakukan kerjasama dengan PT PLN (Persero), dimana penandatangan MoU Jual Beli Listrik (PJBL),”ujarnya

Harapannya dengan adanya sinergi ini kebutuhan listrik warga dapat terpenuhi. “Kami berharap industri rumah tangga maupun industri lainya semakin tumbuh dan berkembang, sehingga perputaran ekonomi semakin maju, yang tentunya hal ini sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Kolaka dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

GM PT PLN Wilayah Sulselrabar, Warsito mengungkapkan, saat ini Antam dan PlN sudah menyelesaikan koneksi jaringan yang menghubungkan sumber listrik Antam dengan transmisi induk PLN. “Tinggal menjalani proses percobaan. Minggu depan sudah bisa rampung semua,” ujarnya

Warsito mengkalkulasi, sumber daya listrik dari Antam dapat menutupi kebutuhan aliran listrik hingga 10 ribu pelanggan, dimana saat ini jumlah pemohon sambungan listrik di Kolaka mencapai lebih dari 42 ribu.

Ditambahkan Warsito, sumber listrik yang dibeli dari Antam tergolong sangat murah, hanya Rp 850 per kwh. “Dengan harga TDL (tarif daya listrik) saat ini sekitar Rp 650 rupiah, sementara harga jual listrik saat ini mencapai 950 per kwh,” jelas Warsito.

Dia juga menyinggung pengelolaan listrik PLN di Kolaka yang masih belum stabil. Menurutnya, seringnya terjadi pemadaman listrik saat ini dikarenakan cadangan daya yang dimiliki PLN pas-pasan.

Dengan cadangan daya listrik PLN saat ini sebesar 1,5 MW, tak mampu mengatasi penumpukan arus pada saat beban puncak yang menyebabkan mesin listrik mati.

Dengan tambahan daya dari Antam, Warsito optimis, pasokan listrik di Kolaka akan kembali stabil.

Selain itu, upaya pemenuhan kebutuhan listrik bagi masyarakat Sultra, lanjut Warsito akan mulai dilakukan pada Desember tahun depan, dimana pasokan listrik akan diambil dari interkoneksi Sulsel dan Sulteng.

Sementara itu, Bupati Kolaka, Ahmad Safei mengapresiasi perjanjian jual beli listrik yang di lakukan Antam dan PLN. Menurut Safei, perjanjian jual-beli listrik antar dua BUMN merupakan moment bersejarah bagi Kolaka.

Safei mengatakan, kebutuhan listrik untuk kabupaten Kolaka terus meningkat setiap tahun, seiring peningkatan jumlah penduduk dan tumbuhnya industri yang membutuhkan energi listrik.

“Ada perusahaan perikanan terbesar di Indonesia akan membangun cooldstored berkapasitas 100 ton di Kolaka, termasuk pabrik es. Belum lagi kebutuhan industri lainnya, sehingga keperluan listrik dalam pembangunan ekonomi di Kolaka masih sangat besar,” katanya. (hud)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top