Cuaca Ekstrim, Perahu Nelayan di Bua Terbalik – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Cuaca Ekstrim, Perahu Nelayan di Bua Terbalik

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Palopo–Hujan disertai angin kencang yang melanda sebagian Luwu Raya, Rabu 19 Oktober 2016 malam, mengakibatkan sejumlah kerusakan. Seperti di Kota Palopo, puluhan rumah warga di sekitar Jalan Andi Tadda terkena angin puting beliung. Sehingga pemilik rumah harus kehujanan akibat atap rumah terhempas angin.

Lain halnya dengan nelayan di Desa Karang-karangan, Kabupaten Luwu. Sejumlah perahu nelayan yang ditambat di sekitar pantai penuh dengan air hujan. Bahkan ada yang tenggelam dan terbalik.

Seperti perahu milik Ambo, 60 tahun, yang terbalik dengan posisi bagian bawah perahu berada di atas air, sedangkan bagian atas ada di bawah air. Untuk menariknya ke darat, Ambo harus meminta tolong meminjam perahu nelayan lainnya.
Menurut Prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Luwu Raya, kalau saat ini wilayah Luwu Raya dan sekitarnya tengah dilanda kemarau basah. Namun, hujan juga dipastikan tetap mengguyur sejumlah kawasan, termasuk Kota Palopo meski seharusnya sudah memasuki musim kemarau.

Petugas BMKG Luwu Raya, Ahmad Sirat Abubakar pernah menjelaskan, ada beberapa hal yang menyebabkan musim kemarau tahun ini mundur dan tetap turun hujan. Salah satunya adalah faktor fenomena ‘la nina’ yang diperkirakan akan terus terjadi bulan Juli hingga September 2016.

Di bulan September hingga Oktober adalah masa peralihan musim kemarau ke musim hujan. Dampak dari fenomena la nina ini adalah bertambahnya curah hujan. Kondisi yang diakibatkan oleh la nina berbanding terbalik dengan fenomena el nino, yaitu curah hujan justru akan berkurang, seperti yang terjadi pada 2015 lalu.

Menurutnya, ada poin positif sekaligus negatif dari kondisi kemarau basah pada tahun ini. Poin positifnya, masyarakat bisa merasakan teduh seperti yang terjadi beberapa hari belakangan ini. Adapun poin negatifnya yaitu adanya kemungkinan timbul genangan hingga banjir jika curah hujan yang melanda kawasan tertentu cukup tinggi.(jpnn)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top