BKP3 Evaluasi Kinerja Penyuluh – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

BKP3 Evaluasi Kinerja Penyuluh

KOLAKAPOS, Masamba–Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Kabupaten Luwu Utara melakukan evaluasi kinerja para penyuluh. Evaluasi ini untuk mengukur capaian kinerja seorang aparatur sipil negara (ASN) yang membidangi penyuluhan kepada petani.

Tidak tanggung-tanggung, evaluasi tersebut dipimpin langsung Kepala BKP3, Armiady, di BP3K Kecamatan Sabbang, sebagai awal dimulainya evaluasi kinerja di 12 BP3K se-Lutra.

Sebelum dilakukan evaluasi terhadap seluruh PPL di Sabbang, Armiady terlebih dahulu memberikan motivasi tambahan, serta semangat untuk para PPL agar tidak pernah takut terhadap profesi yang mereka lekatkan di tubuh mereka. “Saya hadir di sini hanya ingin memberikan motivasi dan spirit agar sorotan negatif yang terkadang dialamatkan ke Penyuluh bisa berubah menjadi sorotan positif sehingga kita mendapatkan energi tambahan untuk bisa bekerja lebih giat lagi membantu petani di lapangan,” imbuh Armiady di hadapan puluhan PPL Sabbang.

Dalam pengarahannya, eks Kadis Pertanian tersebut juga menghimbau kepada seluruh PPL untuk selalu responsif terhadap setiap masalah yang terjadi di lapangan. Menurut Armiady, setiap masalah yang ada tidak boleh didiamkan, tetapi harus cepat tanggap untuk mencari solusi terbaik dengan seluruh pihak terkait, sehingga masalah tersebut ada jalan keluarnya. “Saya juga meminta kepada seluruh PPL untuk selalu responsif. Kalau ada masalah di lapangan, segera tindaklanjuti, jangan didiamkan saja. Tolong jangan pelihara masalah. Kita harus responsif terhadap masalah yang ada,” terang Armiady.

Dalam evaluasi kinerja penyuluh di Sabbang, seluruh tim evaluasi yang jumlahnya 7 orang, diturunkan sekaligus. Seperti sistem kerja seorang mahasiswa dalam ujian yudisium, satu-satu PPL diperhadapkan pada satu tim penilai dengan ruangan berbeda. Beberapa indikator penilaian evaluasi kinerja penyuluh yang dijadikan rujukan berhasil tidaknya seorang PPL melaksanakan tugasnya adalah PPL harus mempunyai Rencana Kerja Tahunan yang di dalamnya inklud dengan kelengkapan peta wilayah kerja, sketsa potensi desa, dan sketsa hamparan kelompok tani.

Selain rencana kerja, PPL juga harus mempunyai dokumen Programa Desa yang di dalamnya terdapat penjabaran hasil identifikasi potensi wilayah (IPW), dan draft pelaksanaan kegiatan penyuluhan serta permasalahan dan solusi mengatasi masalah yang merupakan hasil elaborasi dari IPW yang dilakukan.

Di samping itu, PPL harus mempunyai Monografi Desa yang di dalamnya ada penjelasan detail dalam bentuk grafik dan tabel tentang gambaran umum wilayah kerja, sumber daya manusia, jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian, serta gambaran potensi agroekosistem di wilayah kerjanya. Sebagai informasi, evaluasi yang dilakukan BKP3 adalah evaluasi terakhir, karena PPL pada 2017 mendatang tidak lagi berada dipangkauan BKP3, melainkan dipangkuan Dinas Pertanian. (parepos/fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top