Pertumbuhan Saham 15 Persen – KOLAKA POS

KOLAKA POS

EKOBIS

Pertumbuhan Saham 15 Persen

KOLAKAPOS, Jakarta–Indeks harga saham gabungan (IHSG) awal pekan kembali terkoreksi. Jika hingga akhir tahun ini bisa tumbuh 15 persen, pasar saham sudah sangat positif. Sementara itu, pasar saham tahun depan akan menguat lebih signifikan karena dampak realisasi re­patriasi program amnesti pajak.

Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG turun 16,321 poin (0,304 persen) ke level 5.360,828. Kumpulan saham paling likuid dalam indeks LQ45 drop 5,45 poin (0,59 persen) ke level 919,37.

Mayoritas bursa saham unggulan di Asia juga turun kemarin kecuali indeks Com­posite Shanghai di Cina yang ditutup melesat 1,45 persen dan indeks Kospi (Korea Selatan) yang naik 0,15 persen.

Di pasar reguler, investor asing melakukan penjualan bersih Rp140,03 miliar, namun secara kumulatif terjadi pembelian bersih Rp1,97 triliun. Sebab, di pasar negosiasi, investor asing melakukan transaksi crossing dalam pembelian saham PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk (AMAG) sebesar Rp2,2 triliun.

Transaksi tersebut merupakan realisasi hasil RUPS AMAG yang menyetujui perubahan pemegang saham pengendali dari sebelumnya PT Paninvest Tbk (Panin group) kepada Fairfax Asia Limited.

IHSG secara kumulatif se­jak awal tahun hingga kemarin menguat 16,72 persen dan merupakan yang tertinggi di dunia. ’’Saya kira jika IHSG bisa menguat 15 persen hingga akhir tahun saja, itu sudah sangat bagus untuk kondisi inflasi kita yang sangat rendah tahun ini,’’ kata Head of Research PT Erdikha Elit Sekuritas Wilson Sofan di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI).

Hingga akhir tahun ini, IHSG diperkirakan bergerak fluktuatif, namun tidak akan jauh dari level saat ini. Dari sisi teknis, Wilson melihat pasar saham Indonesia sudah cukup tinggi. Pada saat yang sama, terdapat siklus yang membentuk pola sama setiap tahun, terutama empat tahun terakhir. Memasuki Agustus, September, dan Oktober, IHSG mencapai puncak, tetapi kemudian terkoreksi.

Tahun ini IHSG menggapai puncaknya pada sekitar Agustus karena terdorong sentimen positif amnesti pajak. ’’Empat tahun terakhir, ketika masuk bulan ke-8, ke-9, dan ke-10, dia mencapai puncaknya dalam setahun. Setelah itu, dia cenderung turun. Ada yang 3 persen (per tahun siklus, red), 4 persen, bahkan saat krisis hanya 9 persen pada 2011,” paparnya.

Tahun ini Wilson memperkirakan IHSG terkoreksi sekitar 3 persen secara rata-rata dalam tiga bulan melalui pergerakan fluktuatif pada Oktober. Dia masih mempertahankan target IHSG di level 5.271–5.374 hingga akhir tahun dan belum direvisi meski IHSG sempat menggapai level psikologis 5.400 dan 5.500.

Di luar aspek teknis, tren koreksi pada Oktober muncul karena biasanya perusahaan dan pengelola dana investasi mulai berbenah pada bulan itu.

’’Kalau ada kontrak mau masuk biasanya ditolak, lalu diarahkan ke tahun depan kan?’’ ucapnya.

Tahun depan Wilson optimistis IHSG menguat lebih signifikan seiring mulai mengalirnya dana repatriasi ke pasar saham. ’’Kemarin kami hitung. Kalau repatriasi Rp100 triliun masuk ke pasar modal, price in (kenaikan, red) ke IHSG bisa 3 persen. Kalau Rp50 triliun, price in bisa 1,5 persen. Kalau Rp1.000 triliun, price in bisa mencapai 9 persen. Sekarang memang masih melalui gateway ya, 90 persen yang ada di perbankan baru nanti lari ke komponen investasi, tapi akan mengarah ke pasar modal,’’ ujarnya.(riaupos)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top