Rp100 Juta per Kelurahan Tunggu Juknis – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Rp100 Juta per Kelurahan Tunggu Juknis

KOLAKAPOS, Palopo–DPRD Kota Palopo telah mengesahkan kucuran dana untuk kelurahan sebesar Rp4,8 Miliar pada sidang paripurna dewan pekan lalu. Saat ini, Pemkot Palopo masih menunggu petunjuk teknis (juknis) untuk pencairannya.

Dana itu merupakan tahap awal dari realisasi janji politik Judas Amir – Akhmad Syarifuddin (JA) yakni menyalurkan bantuan permodalan sebesar Rp1 miliar per kelurahan.

”Untuk tahap awal, Pemkot bersama DPRD hanya memplot anggaran Rp100 juta per kelurahan. Dana tersebut harus terserap dalam kurun waktu tiga bulan, harus habis hingga Desember 2016.

Hanya saja, Tim Banggar DPRD Palopo menyarankan kepada Pemkot untuk membuat regulasi tentang petunjuk teknis pelaksanaan penggunaan anggaran tersebut,” jelas anggota DPRD Palopo, Abdul Rauf SE saat dikonfirmasi Palopo Pos.

Saat ini, Pemkot Palopo dalam hal ini DPPKAD Palopo masih menunggu hasil konsultasi dengan BPK RI terkait pengelolaan dana kelurahan yang diprogramkan Rp100 Juta per kelurahan.

Memang untuk penyaluran tahap awal, sudah disiapkan Rp100 Juta yang akan segera dicairkan dalam waktu dekat.
Menurut Kepala DPPKAD Palopo, Hamzah Jalante, pencairan dana tersebut tinggal menunggu petunjuk teknis. Dana ini, direncanakan akan dikelola otonom setiap kelurahan untuk membiayai berbagai kegiatan fisik di setiap kelurahan.

Misalnya, perbaikan jalan, pembenahan infrastruktur publik, dan lain-lain.
”Yang pasti, kalau dana Rp100 Juta ini bisa dikelola baik setiap kelurahan, maka tahun depan anggarannya diperbesar setiap kelurahan,” kata Hamzah Jalante.

”Dananya sudah siap tinggal juknis ditunggu. Kalau sudah ada bisa dicairkan setiap kelurahan,” sebutnya.

Menurutnya, dana kelurahan ini merupakan program walikota untuk memberdayakan masyarakat di kelurahan dalam membangun wilayahnya masing-masing.

”Disitu ada asas pemberdayaan yang harus melibatkan masyarakat dalam pengelolaannya. Masyarakat yang kerjakan,” paparnya.

Namun ada kemungkinan anggaran ini akan melekat di SKPD teknis yang berkaitan dengan pembangunan yang dilaksanakan. Misalnya ada jalan rusak, anggarannya melalui Dinas PU, drainase di Distarcip misalnya dan sebagainya.

”Dari hasil konsultasi dengan BPK, arahnya ke situ. Harus melekat pada SKPD teknis, tapi tidak mengganggu program SKPD itu sendiri,” jelasnya.
Hamzah menambahkan, juknis ini akan jadi pedoman sesuai konsultasi dengan BPK. Sebab, hal ini sesuai dengan komitmen Pemkot Palopo dalam menjaga pengelolaan keuangan tetap sesuai aturan.

”Ada aturan yang jadi acuan, tidak serta merta dicairkan karena kita ingin pekerjaan fisik baik, administrasi keuangan pun baik,” tuturnya.

Diketahui, program Rp1 Miliar per kelurahan, tahun anggaran 2016 ini mulai terlaksana. Hanya saja, untuk tahap awal, sebanyak 48 kelurahan digelontorkan dana sebesar Rp100 Juta per kelurahan.

Total dana yang dianggarkan dalam APBD Palopo tahun 2016 ini sebesar Rp4,8 Miliar.
Sementara itu, Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, MH mengatakan, program Rp1 Miliar per kelurahan ini, tahap awal baru bisa direalisasikan Rp100 Juta per kelurahan.

”Kita sudah anggarkan dan saat ini masih disusun teknis penggunaan dana tersebut,” kata orang nomor satu di Kota Palopo ini.

Dikatakan mantan anggota DPRD Luwu ini, sejak awal berniat maju mencalonkan diri sebagai Wali Kota, dirinya memprogramkan kucuran dana Rp1 Miliar per kelurahan. Dana ini, kata Judas akan dikelola kelurahan untuk menggiatkan berbagai roda pembangunan dan kebutuhan masyarakat.

”Saya baru merealisasikan tahun ini. Secara bertahap Rp100 Juta. Artinya, janji saya untuk menggulirkan dana ke kelurahan sudah terlaksana, meski nilainya baru bisa terwujud Rp100 Juta,” paparnya.

Dengan kucuran dana ini, ia berharap seluruh lurah bisa mengawal pengelolaan dana ini dengan baik dan tepat sasaran.

”Jangan sampai dana ini salah pengelolaannya, tidak sesuai juknis. Makanya, dalam waktu dekat ini akan ada juknis yang mengaturnya,” tegasnya.(bkm/fajar)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top