Warga Blokir Jalan Tol Tuntut Pembayaran Ganti Rugi Lahan Rp9 Miliar – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Warga Blokir Jalan Tol Tuntut Pembayaran Ganti Rugi Lahan Rp9 Miliar

Warga Buloa memblokir jalan di pintu keluar Tol Refomasi Makassar, Senin (3/10) lalu.

KOLAKAPOS, Makassar–Puluhan warga Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Makassar menggelar aksi unjuk rasa di Gerbang Tol Kaluku Badoa. Pengunjuk rasa memblokir jalur depan pintu loket tol setempat.

Aksi ini dilakukan mengatasnamakan pendukung ahli waris Intje Koemala versi Chandra Tanuwijaya pemilik sah lahan di jalan Tol Reformasi. “Kami akan tetap memblokir jalan ini sampai pihak dari Kementerian PU-PR atau perwakilan Dinas PU menemui kami,” ujar Koordinator aksi Andi Amin Halim Tamatappi, Selasa (4/10).
Menurut Andi Amin, selama 15 tahun, pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) tidak membayarkan sisa ganti rugi lahan senilai Rp9 miliar lebih. Sehingga, pihak ahli waris menuding Kementerian PU-PR tidak menunjukkan itikad baiknya.
“Kementerian PU selalu mencari alasan, padahal semua mekanisme dan aturan hukum sudah kami penuhi, Ahli waris sudah jenuh dijanji-janji namun tidak kunjung dibayar,” Andi Amin yang juga sebagai kuasa hukum ahli waris.
Amin mengatakan, Kementerian PU sebelumnya telah melakukan pembayaran tahap pertama 2001 silam yakni sepertiga lahan yang seluas 2,5 Hektare (Ha) senilai Rp2,5 miliar. Namun dua pertiga sisanya seluas 48.222 meter persegi senilai Rp9 miliar lebih hingga saat ini belum dibayarkan.
Selain itu, putusan pada tingkat Peninjauan Kembali (PK) dari Mahkamah Agung (MA), nomor 17/PK/Pdt/2009 tertanggal 24 November 2010 memerintahkan Kementerian PU segera membayarkan sisa ganti rugi, namun tak kunjung dilakukan hingga detik ini.
Dengan rincian lahan yang belum dibayarkan 100 persen seluas 22.134 meter persegi senilai Rp3,6 miliar lebih dan sisa lahan dua pertiga lahan 48.222 senilai Rp5,3 miliar lebih dengan total yang belum dibayarkan Rp9 miliar lebih.
Pihak pengelola Tol Bosowa Marga Nusantara melalui Direktur Teknik Operasional, Ismail Malaliungan, yang menemui perwakilan aksi, menyatakan tidak bisa bertanggungjawab atas masalah itu. “Kami dalam hal ini hanya sebagai pengelola tol,” terang Ismail. (fmc)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top