Cegah Siswa Ngelem, Pemkab Konsel Kerahkan Satpol PP – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Jazirah Sultra

Cegah Siswa Ngelem, Pemkab Konsel Kerahkan Satpol PP

Wakil bupati Konsel Arsalim saat memberikan pemahaman bahaya narkoba kepada siswa SMP 23 Andoolo.FOTO:Saprudin/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Andoolo–Adanya 17 siswa SMP 23 Andoolo yang tertangkap sedang asyik ngelem, membuat pemerintah kabupaten Konsel prihatin. Bahkan wakil bupati Konsel Arsalim, bersama Badan Narkotika Kabupaten (BNK) dan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Konsel Busnawir, langsung mengunjungi sekolah tersebut.
Tak luput arsalim memberikan pengarahan dan sosialisasi, dihadapan seluruh pelajar dan guru-guru SMP 23 Andoolo, terkait bahaya narkoba dan sejenisnya. Termasuk pengawasan guru terhadap peserta didiknya.
”Hasil kunjungan di lapangan tadi, dari 17 orang siswa yang diketahui sering ngelem, ada dua orang yang memang sudah parah dan mereka ini butuh penanganan khusus,” jelas Arsalim usai mengunjungi SMP 23 Andoolo.
Terhadap 17 orang anak tersebut, pihaknya akan melakukan pengawasan khusus, kemudian akan mengkoordinasikan kepada orang tua siswa, termasuk Kepolisian dan Puskesmas.
”Dalam waktu dekat ini, BNK Konsel akan melakukan pendalaman kasus kepada 17 orang tersebut, untuk tindak lanjut. Kalau misalnya memang sudah parah, kemungkinan akan direhabilitasi di BNN Provinsi Kendari, dengan harapan mereka ini bisa berhenti menggunakan lem tersebut,” ungkapnya.
Terkait pengawasan internal dan eksternal, guru-guru juga diawasi dan pemerintah daerah melalui Satpol PP akan melakukan pengawasan siswa di Konsel. Untuk jam-jam tertentu, dimana siswa tidak boleh meninggalkan pelajaran dan sekolah saat jam belajar berlangsung.
”Pada saat siswa bolos sekolah, disitu sangat besar potensinya untuk terpengaruh menggunakan lem tersebut. Seperti yang 17 orang ini, didapat pada saat di luar sekolah. Untuk itulah akan kita intensifkan pengawasan guru di sekolah dan juga Satpol PP, bekerjasama dengan pihak Kepolisian,” terangnya.
Arsalim menambahkan, kasus lem tersebut sebenarnya bukan hanya di SMP 23 Andoolo saja, pasalnya ada indikasi banyak sekolah yang seperti itu. Sehingga kedepan pihaknya akan intensifkan juga pengawasan dibeberapa sekolah.
”Atas banyaknya kasus yang terjadi seperti ini, maka jauh-jauh hari kita harus proteksi memang seluruh sekolah, agar masalah seperti itu tidak merembet lebih jauh,” tegasnya. (k5)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top