Dipaksa Duduk Melingkar, Ikut Ritual Nyabu Bareng – KOLAKA POS

KOLAKA POS

HUKUM & KRIMINAL

Dipaksa Duduk Melingkar, Ikut Ritual Nyabu Bareng

KOLAKAPOS, Surabaya–Saat ini polisi terus mendalami kasus penyekapan empat ABG cewek di Wisma Leces, Jalan Cimanuk 31, Surabaya.

Berdasar hasil penyidikan sementara, tiga pria yang bersama mereka merupakan jaringan pengedar sabu-sabu.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tiga orang polantas mendatangi Wisma Leces setelah mendapat laporan adanya penyekapan di sana.
Salah seorang ibu korban menyatakan bahwa anaknya mengirimkan SMS yang isinya meminta tolong agar dijemput di wisma tersebut.
Saat kamar 101 dan 102 digerebek, polisi mendapati empat remaja cewek dalam kondisi kusut.
Sumber Jawa Pos di internal kepolisian menyebutkan, empat perempuan yang diamankan itu berinisial SFA, 15; VDR, 15; MSB, 17; dan DPL, 16.
Tiga pria tersebut diketahui bernama Yuli, Budiono, dan Hajir. Polisi hanya bisa mengamankan Budiono saat penggerebekan awal. Yuli dan Hajir berhasil lolos.
Malam itu, Satreskrim, Satreskoba, dan Inafis Polrestabes Surabaya langsung mengadakan rekonstruksi awal hingga pukul 23.30.
Polisi mengajak salah seorang korban untuk membeberkan keterangannya. Hasilnya, polisi menyatakan bahwa tidak ada penyekapan.
“Tidak ada unsur penyekapan. Laki-laki yang bersama mereka terindikasi sebagai sindikat jaringan narkoba,” jelas Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga.
Dari olah TKP, polisi memang mengamankan sembilan poket sabu-sabu seberat 16,48 gram. Selain itu, ada dua alat isap dan enam kondom yang masih terbungkus rapi.
Shinto menambahkan, kasus tersebut kini ditangani Satreskoba Polrestabes Surabaya. Pihaknya menyayangkan pengelola tempat itu yang tidak selektif memilih tamu.
“Padahal, tempat ini sebenarnya untuk penginapan karyawan PT Leces,” kata polisi asal Medan itu.
Agus Sulistyo, pengelola Wisma Leces, mengungkapkan bahwa penyewa dua kamar tersebut adalah Yuli. Dia membayar dengan sistem harian. Pengelola tidak tahu siapa saja yang ada di kamar itu, kecuali Yuli.
Saat ini Satreskoba Polrestabes Surabaya masih mendalami dari mana para korban mengenal tersangka. Belum ada keterangan resmi terkait jaringan Yuli cs. Namun, sumber internal kepolisian menyebutkan bahwa para korban dipaksa untuk mencicipi sabu-sabu.
Yuli sengaja memakai para ABG itu agar tidak terendus polisi.
“Mereka setiap hari dijatah makan dan nyabu bareng. Duduk bersila membentuk lingkaran,” ujar sumber tersebut.
Salah seorang korban, DPL, mengaku sering disuruh untuk mengantar narkoba dari Wisma Leces. Dia kerap mengantar paket-paket hemat. Sementara itu, barang yang jumlahnya lebih besar biasanya diantar oleh Budiono. (did/rid/c6/fal/flo/jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top