Oknum Polisi Ingkari Janji Nikahi Tunangan – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Oknum Polisi Ingkari Janji Nikahi Tunangan

KOLAKAPOS, Bulukumba–Sedih dan pilu dirasakan HR. Ia dan keluarganya terpaksa menanggung malu karena tak jadi dipersunting seorang lelaki yang juga anggota kepolisian. SY inisial polisi berpangkat briptu itu. Bertugas di Polres Sinjai. Antara HR dan SY sudah menjalin kasih dan sepakat untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Mereka berkenalan lewat media sosial (medsos).
Perjalanan cintanya sudah berlangsung selama empat bulan. Acara pinangan sudah digelar. Bahkan undangan resepsi pernikahan telah disebar. Namun, pada hari H pernikahan, tepatnya Selasa (20/9) lalu, SY dan keluarganya tak kunjung datang ke rumah HR.
Betapa malunya HR dan keluarga. Apalagi kejadian ini menjadi buah bibir masyarakat di Dusun Bolangnge, Desa Salassae, Kecamatan Bukulumpa, Kabupaten Bulukumba.
Kepada BKM, HR mengaku tidak pernah menyangka kalau SY akan mempermalukan dirinya dan keluarga besarnya. Sebab SY dan keluarga datang melamar secara resmi. Prosesi lamaran disaksikan langsung pihak keluarga kedua belah pihak, kepala desa dan imam setempat.
Dari penuturan HR, sebelumnya ia tidak yakin dengan keinginan kekasihnya untuk melamar. Namun dari komunikasi yang intens terjalin, SY berusaha meyakinkan kekasihnya bahwa ia serius untuk menikah.
”Dia selalu bilang akan membuktikan untuk melamarku. Tapi saat itu saya belum yakin. Tapi dia betul-betul membuktikannya dengan datang menemui keluargaku. Ia meminta untuk mendatangkan kepala desa, imam kampung dan keluarga saya. Dalam pertemuan itu diputuskan untuk melamar saya secara resmi dengan mendatangkan keluarganya,” jelas HR.
Benar saja, pada tanggal 31 Juli lalu, SY membawa rombongan yang berasal dari Desa Tanah Karaeng, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa untuk melamar HR.
”Mereka datang melamar pada hari Minggu (31/7) sekitar pukul 10.00 Wita. Rombongan diterima keluarga saya. Selanjutnya dibicarakan soal waktu akad nikah, uang panai hingga tukar cincin. Dari musyawarah yang dilakukan, diputuskan jika akad nikah dilaksanakan hari Selasa (20/9). Keputusan itu dibuat secara tertulis di atas kertas dan ditandatangani kedua belah pihak,” beber HR.
Bahkan, penandatangan kesepakatan itu disaksikan langsung pemerintah setempat dari Desa Salassae. Diputuskan pula ika antara HR dan SY resmi berstatus tunangan.
HR sudah menganggap keluarga SY sebagai keluarganya juga. Tak jarang dia membelikan keperluan dapur untuk keluarga SY. Termasuk pakaian, baik untuk saudaranya, sepupu serta keluarga lainnya.
”Namanya calon menantu, saya selalu baik kepada keluarganya. Apalagi saya ini kan anak yatim piatu. SY juga pernah ziarah ke makam kedua orang tuaku,” terang HR lagi.
Karena perilakunya yang baik saat itu, HR menilai SY merupakan calon suami ideal baginya. Diapun berusaha mencari tahu tentang latar belakang SY. Ia ingat seorang tante SY bernama Aisyah yang datang pada saat proses lamaran digelar. Ketika itu Aisyah mengaku sebagai guru.
”Saya kemudian mendatangi rumah Aisyah yang mengaku keluarga SY di Gowa. Saya sering datang ke rumah itu. Belakangan saya curiga karena Aisyah yang mengaku sebagai guru, tidak pernah pergi ke sekolah untuk mengajar. Dari warga setempat terungkap jika Aisyah yang mengaku sebagai tante SY, bukanlah seorang guru,” cerita HR.
Selain itu, seiring perjalanan waktu, HR merasa dirinya dimanfaatkan keluarga SY. Tak terkecuali SY sendiri. Mereka makin sering meminta dibelikan sesuatu.
Ternyata, naluri kewanitaan HR benar adanya. Belakangan SY terpergok oleh HR berselingkuh dengan wanita lain. Ketika itu HR berusaha sabar dan tidak marah. Alasannya, sisa menghitung hari ia akan duduk bersanding dengan SY.
”Saya dapati dia (SY) tidur dengan wanita lain. Bukannya minta maaf, dia malah marah. Tapi saya berusaha sabar karena tidak lama lagi kami akan menikah,” terangnya sambil mengusap air mata.
Pascakejadian itu, HR kerap diteror oleh wanita-wanita yang diduga selingkuhan SY. Hingga sampai pada puncaknya, SY tidak pernah datang memenuhi janjinya untuk melangsungkan akad nikah.
Tak terima dengan perbuatan SY, HR kemudian dilaporkan ke Polres Bulukumba dalam kasus penipuan. Nomor laporan polisinya LP/139/IX/2016/Sek Bulukumba tertanggal 26 September 2016. Laporan tersebut diterima Brigpol Irfan Arianto. (bkm/fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top