Perindag Optimis Proyek Pasar Laino Rampung Tepat Waktu – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Jazirah Sultra

Perindag Optimis Proyek Pasar Laino Rampung Tepat Waktu

Pembangunan pasar Laino terus dikebut pengerjaannya agar dapat selesai tepat waktu.FOTO:Ahmad/Kolaka Pos

Raha, KoP–Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Muna optimis pembangunan proyek pasar tradisional berbasis modern di Laino bisa rampung akhir 2016. Pasalnya, pengerjaan proyek yang menggunakan APBD Muna sebesar Rp30 Miliar berjalan dengan lancar.
Kepala Disperindag Muna, Akhmad Yani mengatakan, hingga akhir September ini pembangunan pasar tersebut sudah terealisasi sekitar 40 hingga 50 persen. “Kalau terlambat PT. Bintang Fajar Gemilang rugi sendiri. Jadi harus cepat,” ujar Akhmad Yani pada Kolaka Pos saat di jumpai diruang kerjanya Kamis (29/9) siang.

Untuk pengucuran dana proyek tersebut, lanjut Ia mengukapkan, Disperindag Muna sangat berhati-hati. “Kita tidak bisa cairkan dana kalau fisik kerjanya tidak sesuai. Jadi, anggaran dicairkan bertahap. Saat ini baru Rp9 miliar yang dicairkan dari anggaran Rp30 miliar,” katanya

Bahkan, Kadis Disperindag Muna itu mewanti-wanti akan memutuskan kontarak dengan PT. Bintang Fajar Gemilang apabila metode pengerjaan mereka tidak sesuai dengan yang di targetkan “Paling lama Desember harus selesai. Kalau tidak, saya bisa hentikan. Tapi, kita harus tahu apa alasan mereka sehingga terlambat?. Kita lihat aspek kebutuhan masyarakat tentang pasar ini?, dan daya serap anggaran,” ungkapnya

Jika PT. Bintang Fajar Gemilang selaku kontraktor proyek tersebut dapat memenuhi aspek yang ditentukan oleh Disperindag tersebut, Kata Akhmad Yani, perusahaan tersebut dapat kembali memperpanjang kontraknya “Silahkan kalau memenuhi, kita anggap rasional dan sesuai aturan kita perpanjang,” tandasnya

Sementara itu, Direktur PT. Bintang Fajar Gemilang Abdul Kadir SWJ, di temui wartawan koran ini di lokasi pembangunan proyek pasar Laino mengukapkan, pembangunan pasar tersebut sudah mencapai 60 persen.

Saat ini, menurutnya, pengerjaan pasar itu di fokuskan pada pengecoran bagian atap bangunan. “Dua lantai. Lantai bagian bawah sudah dipetak dan sebahagian sudah ditehel,” katanya.

Abdul Kadir menyadari dalam masa pembangunan proyek tersebut, pihaknya selalu terkendala pada bahan material bangunan yang seluruhnya di suplay dari luar kabupaten Muna. Namun Ia tetap optimis dapat merampungkan mega proyek miliaran rupiah yang Ia tangani tersebut. ” Ini pasir dan batu suplit kita datangkan dari Kendari menggunakan kapal Tongkang. Untuk besi kita datangakan dari Surabaya. Sebab, kalau mau beli disini (Muna) tidak sesuai dengan RAB. Tapi, sebagai kontraktor kita punya tanggung jawab penuh untuk menyelesaikan sesuai jadwal,” tegasnya. (m1/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top