Selamatkan Infrastruktur Kolaka Bagian Selatan! – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Jazirah Sultra

Selamatkan Infrastruktur Kolaka Bagian Selatan!

Kolaka, KoP–Terjadinya kerusakan infrastruktur di sejumlah kecamatan yang terletak di Kabupaten Kolaka bagian selatan belakangan ini, nampaknya harus menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Daerah Kolaka. Sebab, jika hal ini dibiarkan maka akan membawa dampak kerugian bagi daerah, utamanya bagi warga yang bermukim di wilayah tersebut. Infrastruktur tersebut berupa jembatan, bendungan maupun jalan. Bahkan bukan hanya itu, permukiman, areal perkebunan, pertanian hingga tambak warga juga tak luput dari dampak bencana banjir yang terjadi hampir saban tahun.
Hal tersebut disampaikan oleh aktifis Prangkat Sultra, Nasruddin. Ia menuturkan, mengingat dari dampak bencana banjir yang terjadi di sejumlah aliran sungai di wilayah itu, maka sudah saatnya pemerintah daerah Kolaka mengambil sikap tegas, untuk melibatkan semua pihak yang terkait dengan masalah ini untuk mencari solusi, agar masalah tersebut bisa terselesaikan.
“Kita tak mau menyalahkan siapa-siapa, sebab jika saling menyalahkan menjadi semakin sulit dalam menemukan solusi demi kebaikan bersama, lebih baik pemerintah segera mengambil sikap untuk melakukan koordinasi dengan semua pihak yang terkait masalah ini, agar masalah yang terjadi bisa diselesaikan secara bersama-sama,” terang Nasruddin.
Menurutnya, pihak yang harus didudukkan secara bersama adalah Pemda Kolaka dalam hal ini Bupati Kolaka, DPRD Kolaka, Dinas PU, Badan Lingkungan Hidup, BPBD Kolaka, Dinas Pertanian, Perkebunan, Kehutanan dan PT Damai Jaya Lestari (DJL) serta pemerintah kecamatan dan desa yang sering mengalami bencana di daerahnya.
“Semua pihak tersebut harus duduk secara bersama, dalam membicarakan langkah apa yang harus dilakukan dalam mengatasi masalah banjir di daerah tersebut. Sebab, jika hanya membangun atau memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan, maka hanya sementara saja. Sebaiknya penyebab kerusakan itu yang harus dituntaskan,” terang Nas Foker.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kolaka, H. Abbas Nuhung menilai, langkah kongkrit yang harus ditempuh dalam mencegah terjadinya kerusakan yang diakibatkan oleh banjir di kecamatan Tanggetada, Polinggona, Watubangga dan Toari adalah melakukan pembangunan bangunan tehnis, di sekitar areal perkebunan kelapa sawit yang berada di sekitar daerah aliran sungai. Hal tersebut kata dia, harus dilakukan agar dapat mengurangi laju air saat musim hujan yang biasanya akan turun ke sungai dengan membawa sedimen lumpur.
“Bangunan dam (bendungan, red) yang berfungsi sebagai filter di areal perkebunan yang berada di sepanjang aliran sungai itu mutlak dibangun, agar selain berfungsi sebagai filter mutu air yang akan turun ke sungai, juga dapat mengurangi laju air yang berasal dari daerah ketinggian di perkebunan. Makanya untuk merealisasikan rencana tersebut, pihak DJL juga harus berperan aktif sebab mereka sebagai pemilik perkebunan itu,” kata Abbas.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Bidang Pengairan Dinas PU Kolaka, Wito. Selain bangunan cekdam, disepanjang badan sungai juga harus dibangun bangunan penahan laju arusxair, agar air yang datang bisa ditekan kecepatannya sehingga pada saat tiba di hilir kecepatannya telah berkurang.
“Beberapa sungai yang sering meluap dan merusak infrastruktur antara lain Sungai Oko-Oko yang terdapat diantara kecamatan Pomalaa dan Tanggetada, Sungai Oneeha, Sungai Popalia di kecamatan Tanggetada, Sungai Peoho, Kukutio dan Longgosipi di Kecamatan Watubangga, serta sungai Poleang yang terdapat di kecamatan Toari. Keseluruhan sungai tersebut memiliki bangunan sipil yang berpotensi mengalami kerusakan yang diakibatkan dari banjir,” kata Wito. (cr3)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top