Asyik Ngelem, 17 Pelajar Diamankan Polisi – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Jazirah Sultra

Asyik Ngelem, 17 Pelajar Diamankan Polisi

Waka Polsek Andoolo Aiptu Sarpan Sanggola saat memberikan pembinaan kepada 17 siswa SMP di depan kantor Polsek Andoolo.FOTO: Saprudin/Kolaka Pos

KEPALA SMPN 23 ANDOLOO TERANCAM DIMUTASI

 

Andoolo, KoP–Memperihatinkan! Ulah 17 pelajar SMPN 23 Andoolo, Konsel, sangat tak terpuji. Bukannya menuntut ilmu dengan giat, mereka justru asyik berpesta lem (ngelem) di belakang sekolah. Alhasil, mereka terpaksa harus berurusan dengan kepolisian.
Kanit Reskrim Polsek Andoolo, Bripka Muhamad Basir menjelaskan, guru SMPN 23 Andoolo yang melaporkan kejadian tersebut, bahwa siswanya sering melakukan pesta lem fox di belakang sekolah. Terkadang juga siswanya gabung dengan siswa SMA.
“Atas perintah Kapolsek, anggota berangkat mengecek di lapangan Rabu (14/09), ditemukan banyak kaleng bekas lem fox berserakan di tanah sekitar 100 kaleng,” jelasnya.
Saat itu lanjutnya, ditemukan salah satu pelajar dengan inisial FR (14) sedang asyik menggunakan lem, dengan masih menggunakan pakaian seragam sekolah dan langsung dibawa ke Polsek Andoolo. Selanjutnya FR menyebutkan teman-temannya yang sering bersama menggunakan lem tersebut.
“Setelah itu kami langsung menjemput siswa lainnya di sekolahnya, untuk melakukan pembinaan. Minggu (18/09) kami mengembalikan siswa tersebut kepada orang tuannya, pasalnya kami tidak bisa menahan karena tidak ada pasal yang bisa menjerat mereka. Selain itu mereka juga masih di bawah umur,” ungkapnya.
Kepala sekolah SMP 23 Andoolo Al Hadis, yang dikonfirmasi via telepon, enggan berkomentar dan terkesan menutupi kejadian tersebut.
Saat dikonfirmasi di Sekolah, salah satu guru SMPN 23 Andoolo Ambo Sakka, membenarkan adanya siswa yang kedapatan ngelem.
“Diperwalian saya ada tiga orang siswa yang menggunakan lem tersebut, kami juga sudah sering memanggil kedua orang tua mereka,” ungkapnya.
Ambo Sakka sangat perihatin atas kasus yang menimpa siswa di sekolahnya itu.
Sementara itu Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Konsel Busnawir, mengaku kaget dengan kabar tersebut. Pasalnya, pihak sekolah belum melaporkan masalah tersebut ke Dinas PK.
“Saya belum menerima laporan resmi dari sekolah, bisa jadi pihak sekolah menutupi persoalan tersebut. Harusnya kalau ada laporan kami akan segera verifikasi di lapangan,” jelasnya.
Kalau kasus tersebut benar terjadi, pihaknya akan segera menginvestigasi pihak sekolah dan memanggil kepala sekolah, seperti apa permasalahannya kemudian kenapa bisa terjadi.
“Kalau kami sudah mengetahui permasalahannya, kami akan cari solusinya. Kemudian kalau ini adalah kelalaian sekolah, tentu pihak sekolah akan mendapat sanksi dimana kepala sekolahnya akan kita mutasi,” tegasnya.
Busnawir menambahkan, pihaknya akan segera melakukan investigasi kepada pihak-pihak terkait, untuk segera mengetahui letak permasalahannya.
“Kami mengimbau kepada seluruh sekolah yang ada di Konsel, agar Narkoba ini jangan masuk di Konsel utamanya di sekolah. Tentu kalau ini masuk sudah pasti akan merusak generasi kita,” imbuhnya. (k5)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top