Dispenda Konut Serap PAD Melalui Pajak Tambang Galian C – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Jazirah Sultra

Dispenda Konut Serap PAD Melalui Pajak Tambang Galian C

Kadispenda Konut, Ansar Djoni, S.Sos

Wanggudu, KoP–Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Konawe Utara menetapkan pajak untuk tambang galian golongan C, yang disesuaikan dengan Peraturan Daerah (Perda) No. 3 tahun 2012 tentang pajak mineral bukan logam.
“Kita tarik pajak untuk setiap bulan kita ambil datanya dipengolah batu atau tambang batu, namun bukan mereka yang bayar tetapi pembeli, dimana di kecamatan Motui ada perusahaan yang sudah bekerja sama dengan masyarakat pemilik lahan, kemudian dikerja oleh masyarakat dan dijual ke perusahaan,” ujar Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Kadispenda) Konut, Ansar Djoni, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/9).
Penarikan pajak tersebut katanya, sesuai kesepakatan antara masyarakat, perusahaan dan pemerintah.
“Untuk pajak yang ditarik itu kita ambil sebesar Rp50 ribu perret, sudah kesepahaman dengan masyarakat, pengolah, pihak perusahaan, serta pemerintah dalam hal ini Dispenda. Hal itu dibahas dalam rapat (14/9) yang dimotori Dinas Pertambangan Konawe Utara,” ungkapnya.
Menurutnya, banyak yang bisa dijadikan sebagai pendongkrak PAD melalui sejumlah tambang golongan C, tetapi sejumlah tambang golongan C di Konut masih ilegal.
Selama ini lanjutnya, pihaknya sudah melakukan identifikasi dan eksentifikasi sumber pajak yang belum optimal, bahkan jika ada sumber pajak yang belum di Perdakan akan diusulkan.
“Untuk tahun 2015 PAD pada Dispenda mencapai Rp9 miliar lebih dari taget Rp15 miliar, artinya kita defisit. Maka dari itu dengan sistem akrual basic ?artinya target yang tidak tercapai menjadi tujuan utama dan jika tidak tercapai maka akan jadi utang. Kalau sudah jadi utang maka akan tetap ditagih, dan sejumlah kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan tidak bisa terselenggarakan maka akan menghalangi kegiatan itu. Dari target terdahulu misalnya Rp60 miliar, jika tidak tercapai maka akan diluncurkan ditahun berikutnya dan tentunya akan menghalangi program tahun berikutnya, karena itu lebih baik kita buat target yang realistis karena biar melampaui akan menjadi lebih sehat dibandingkan jika tidak tercapai,” beber Ansar Djoni. (k7)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top