Warga dan Pemerintah Desa Lapao-Pao Gotong Royong Bersihkan Saluran Irigasi yang Tersumbat – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Ragam

Warga dan Pemerintah Desa Lapao-Pao Gotong Royong Bersihkan Saluran Irigasi yang Tersumbat

Kolaka, KoP—Meski telah memiliki saluran irigasi untuk persawahan, namun tetap saja warga mengeluhkan minimnya air yang diharapkan
dapat mengairi sawah warga petani di Desa Lapao-Pao Kecamatan Wolo. Pasalnya selama ini saluran irigasi yang ada telah
tertutup dengan material tanah dan rumput, yang mengakibatkan kurang lancarnya distribusi air ke sawah warga. Hal ini
kemudian menjadi alasan bagi warga dan pemerintah di desa itu dalam bergotong royong untuk membersihkan saluran irigasi
tersebut.

Kepala Desa Lapao-Pao, Muh. Risal Nur yang ditemui mengakui bahwa salah satu penyebab kurang efektifnya distribusi air dalam
mengairi sawah warga di desanya disebabkan saluran irigasi yang telah ada selama ini telah berumput dan tertutup dengan
tanah. Akibatnya selain menyempit, air yang melalui saluran tersebut juga tidak lancar hingga ke sawah petani.

“Saat ini luas areal pertanian di Desa Lapao-Pao sekitar 140 hektar. Dari jumlah tersebut hampir setiap musim tanam, petani
mengeluhkan minimnya distribusi air ke sawah mereka. Hal ini disebabkan saluran irigasi yang telah dibuat oleh pemerintah
selama ini sudah tertutup dengan rumput dan material tanah yang hampir memenuhi semua badan saluran. Dengan kejadian itu
kami bersama warga Desa Lapao-Pao dan Babinsa secara bergotong royong melakukan pembersihan di saluran tersebut agar air
yang selama ini diharapkan oleh petani bisa lancar seperti sedia kala,” kata Risal Nur.

Kepala Desa Lapao-Pao menambahkan bahwa kegiatan gotong royong yang dilakukannya itu juga merupakan upaya pihaknya
dalam menumbuhkan tradisi gotong royong yang selama ini hampir hilang ditengah masyarakat. Kepala Desa yang baru menjabat
di tahun pertamanya ini berharap juga kiranya Pemerintah Daerah melalui instansi terkait dapat memberikan perhatian khusus
bagi masyarakat yang berada di pedesaan, khususnya yang menggantungkan mata pencahariannya sebagai petani. Sebab kata
dia, salah satu aset pemerintah yang selama ini kurang mendapat perawatan adalah infrastruktur yang ada di desa, salah satunya
adalah saluran irigasi dan jalan.

“Salah satu tradisi masyarakat kita yang saat ini nyaris hilang adalah sifat gotong royong, padahal gotong royong ini memiliki
makna yang cukup besar bagi kita utamanya mempererat rasa kekeluargaan dan silaturrahmi diantara masyarakat. Selain tujuan
itu, kami juga menilai bahwa salah satu aset pemerintah yang terkadang luput dari perawatan adalah irigasi, padahal irigasi ini
menjadi kebutuhan vital bagi para petani, sebab jika musim tanam padi tiba maka kebutuhan air sangat dibutuhkan oleh petani
untuk pengairan sawah mereka,” harap Risal.(cr3/hen)

Keterangan gambar :
Tampak warga, Babinsa dan Kepala Desa Lapao-Pao melakukan bakti gotong
royong membersihkan saluran irigasi.
Area lampiran

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top