Awas Penipu Berkedok Dana Bantuan – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Awas Penipu Berkedok Dana Bantuan

Net/Ilustrasi

KOLAKA POS, ANDOOLO – Kalau dulu desa hanya dianggap struktur pemerintahan terkecil di wilayah yang terkucil, kini desa jadi salah satu primadona. Bagaimana tidak? Dalam setahun dana yang turun ke desa bisa lebih dari satu miliar rupiah. Banyak bantuan dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota mengalir ke desa.

Hal tersebut ternyata dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggungjawab untuk mengeruk keuntungan dari para Kepala Desa. Di Konsel, sekitar 30an Kades mengaku ditipu oknum yang menjual nama Kepala kantor Pemuda dan Olahraga Konsel, Masruddin. Modusnya, pelaku menelepon para Kades mengatasnamakan H.Masruddin. Dia menjanjikan dana pembangunan dan pengembangan lapangan sepakbola di tiap desa dari Kemenpora.

Sekitar 30 Kades di Konsel tertipu dengan menyetorkan sejumlah dana. Menurut Kades Lamara, kecamatan Benua, Anas, pelaku menelepon menggunakan nomor 0823 9430 4835. Ia dimintai uang sebesar tujuh juta rupiah dengan dalih administrasi pengurusan dana bantuan pembangunan lapangan sepakbola dari kemenpora. “Saya ditelpon sama itu pelaku. Dia minta uang sebesar tujuh juta untuk administrasi pengurusan dana bantuan itu. Mereka menjanjikan anggaran dari kementerian akan dikucurkan Rp 150 juta untuk pengembangan, sementara pembangunan lapangan baru Rp200 juta,” ceritanya.

Bahkan sebagian kades yang tertipu, mengungkapkan orang yang menelepon tersebut, mengaku atas nama H Masruddin sebagai kepala kantor pemuda dan Olahraga. Untung saja sebagian kades tidak mengirim uang dan langsung klarifikasi di kantor pemuda.

Sementara itu, kepala Kantor Pemuda dan Olahraga Konsel, Masruddin, S.Pd, M.Si mengungkapkan, dirinya sama sekali tidak pernah melakukan kontak telpon terhadap Kades apalagi sampai meminta sejumlah uang. “Saya malah kaget tiba-tiba banyak desa yang menelpon menanyakan danah hiba dari kementerian itu. Bahkan sudah ada yang menyetor uang baru mereka datang menuntut,” ungkapnya.

Ia merinci, sejumlah desa yang melakukan konfirmasi dan sudah tertipu itu ada sekitar 30 Kades. Baik yang melalui kontak telepon maupun datang langsung di kantor. “Saya saja heran orang yang mereka sebut itu haji Masruddin (pelaku red), sementara saya belum haji. Anehnya lagi ada yang mengatasnamakan bendahara di Kantor Pemuda Konsel atas nama Najib, sementara bendaharaku disini namanya Ismail. Jadi ini murni penipuan,”cetusnya.

Ditambahkannya, mengenai pembangunan lapangan sepakbola itu, memang pernah ada Keputusan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi tahun 2015 lalu. “Ini program nasional Kemenpora sejak tahun 2015, satu desa satu lapangan. Jadi mekanismenya desa mengajukan proposal ke Kemenpora. Kemudian Kemenpora menferivikasi berkas. Kalau mememenuhi syarat langsung ditransferkan. Tidak ada hubungannya ke kita, karena di proposal itu sudah ada kepanitiannya termasuk nomor rekeningnya,” tandasnya. (k5)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top