31 Ribu Warga Konsel Belum Miliki eKTP – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

31 Ribu Warga Konsel Belum Miliki eKTP

Net/Ilustrasi

KOLAKA POS, – ANDOOLO – Tingkat kesadaran warga Konsel untuk memiliki KTP elektronik (eKTP), masih rendah. Terbukti, dari sekitar 200 ribu wajib KTP, 15,5 persen diantaranya masih belum memiliki kartu identitas elektronik tersebut.

Kepala Dinas Dukcapil Konsel, Rustam Silondae mengungkapkan 31 ribu wajib KTP belum merekam data diri. Padahal elak Rustam, mereka telah melakukan sosialisasi pentingnya eKTP sejak awal launching. Sosialisasi tersebut dilakukan dari desa hingga kecamatan yang ada di Konsel.

Masih banyaknya warga yang belum merekam data eKTP, cukup membuat Rustam bingung. Pasalnya, pemerintah pusat sudah menargetkan perekaman eKTP harus tuntas paling lambat 31 September 2016. “Untuk itu kami akan berupaya semaksimal mungkin, apalagi surat edaran Bupati sudah diturunkan diseluruh Kecamatan dan Desa. Selanjutnya tinggal ditindaklanjuti dengan melakukan perekaman keliling Kecamatan,” jelasnya.

Disamping itu lanjut dia, untuk memaksimalkan pelayanan. Kantor Dukcapil menambah hari kerja, dimana sebelumnya hanya lima hari kerja, mulai bulan September selama satu bulan penuh, dinasnya melaksanakan enam hari kerja. “Mudah-mudahan dengan upaya itu, semua masyarakat Konsel sudah memiliki eKTP, paling tidak bisa mengurangi sebanyak-banyaknya dari 31 ribu yang belum merekam eKTP, pasalnya perekaman ini paling lambat sampai tanggal 31 September,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakannya, dengan memaksimalkan jam kerja, pihaknya memprediksi bisa mencapai target walaupun masih memiliki kendala keterbatasan untuk percetakannya. “Kalau perekaman bisa kita lakukan dalam satu hari dengan sebanyak banyaknya, tapi disini kita terhambat masalah pencetakannya. Tapi yang pasti untuk target perekaman bisa dituntaskan pada 31 september mendatang,” terangnya.

Rustam menambahkan, sebelum masuk bulan September pihak Dukcapil bisa merekam dan mencetak sekitar 70 sampai 100 orang perhari, namun di bulan September pihaknya hanya mampu mencetak tidak sampai setengah dari sebelumnya. “Artinya kalau 80 yang kita rekam, yang tercetak hanya 30 saja, hal ini dikarenakan jaringan yang begitu padat diseluruh Indonesia. Sehingga kita tidak cetak pada siang hari melainkan dimalam hari,” tutupnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top