DPR Segera Bahas Soal Penambahan Bus Sekolah – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

DPR Segera Bahas Soal Penambahan Bus Sekolah

KOLAKA POS, Palopo –  Masalah penambahan bus sekolah menjadi fokus anggota Komisi I DPRD Palopo untuk dibahas. Penambahan bus sekolah dianggap sangat perlu. Ini untuk mencairkan kepanikan para orangtua yang anaknya tidak dibolehkan naik motor ke sekolah.

Pasalnya, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Palopo gencar menertibkan pelajar naik motor. Yang usianya belum 17 tahun tidak boleh mengendarai motor. Langkah Satlantas tersebut sebagai upaya meminimalkan jumlah kecelakaan lalu lintas yang didominasi pelajar.

Termasuk tindaklanjut pihak kepolisian atas aduan-aduan masyarakat terkait ulah pelajar ugal-ugalan di jalan. Yang jelas, usia dibawah 17 tahun belum memiliki SIM, artinya belum boleh mengendarai motor.

Hanya saja, kepanikan para orangtua muncul. Mereka mempersoalkan uang transfor anak-anak mereka ke sekolah. Khususnya yang jarak sekolah dengan rumah cukup jauh dan tidak dilalui jalur angkutan umum.

Jika naik ojek, hitung-hitungannya sekitar Rp20 ribu per hari per anak dikali tiga atau empat orang anak, tentu menjadi polemik bagi orang tua.

Terkait hal itu, Bakri Tahir, anggota Komisi I DPRD Palopo berjanji akan membahas permasalahan tersebut dalam rapat Komisi I DPRD Kamis depan.

Dia juga mengaku sangat mendukung langkah Satlantas menertibkan pelajar naik motor.
“Langkah Satlantas menertibkan pelajar mengendarai motor saya rasa sudah sangat tepat. Mereka ini kan menjalankan undang-undang. Dan di dalam undang-undang, anak dibawah umur belum boleh naik motor,” kata Bakri Tahir Senin, 5 September 2016 kemarin.

Politisi dari partai PAN ini juga berjanji akan memperhatikan keluhan para orangtua. Dan mencoba mencarikan jalan keluarnya. Jalan keluar yang paling urgen saat ini adalah penambahan bus sekolah.

“Orangtua tidak perlu panik. Sudah benar apa yang dilakukan Satlantas. Soal sarana anak-anak ke sekolah yang menjadi keluhan, kami akan mencoba mencarikan solusinya. Kami akan membahas soal penambahan bus sekolah kepada teman-teman di Komisi I dengan mengundang instansi terkait,” ujar Bakri.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Palopo, Akram juga mengaku sangat mendukung penertiban pelajar naik motor ke sekolah. Dia berharap agar pihak Satlantas terus gencar melakukan penertiban itu.

“Untuk orangtua, luangkan waktu mengantar anak-anaknya ke sekolah. Tetapi biasakan anak-anak memakai helm jika diantar. Karena, sesuai undang-undang, anak dibawah 17 tahun belum bolen mengendarai motor karena mereka masih sangat labil sehingga bisa saja terjadi kecelakaan,” pesan Akram.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Palopo, Ipda Muh Idris yang juga dikonfirmasi Palopo Pos, mengatakan, jadwal peneriban pelajar naik motor sudah ditetapkan. Ada beberapa titik yang menjadi sasaran.

“Kita juga upayakan agar penertiban ini tidak mengganggu aktifitas anak di sekolah. Yang kami lakukan baru bersifat teguran belum tindakan. Saat pelaksanaannya kita tetap bangun komunikasi dengan pihak sekolah,” kata Ipda Muh Idris.(palopo pos)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top