PN Palopo Praktek Padamkan Api – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

PN Palopo Praktek Padamkan Api

Palopo Pos Suasaana pemadaman api

KOLAKA POS, Palopo – Kabar baik, Pengadilan Negeri (PN) Palopo bakal naik kelas. Untuk akreditasinya, pihak PN telah menyiapkan segala sesuatunya. Termasuk upaya keselamatan publik dan berkas-berkas penting di PN.

Terkait hal itu, pihak PN Palopo kemudian melayangkan surat ke kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) Palopo. Akhir pekan kemarinSeptember 2016, dimulai pukul 09.00 Wita, para hakim, panitera, staf hingga petugas keamanan mengikuti teori dan praktek memadamkan api di halaman depan Kantor PN Palopo.
Tampak delapan orang petugas Damkar Palopo dipimpin Kasi Perencanaan dan Pengendali Damkar Palopo, Andi Alik, S.Sos memberikan pengarahan sekaligus praktek memadamkan api kepada warga PN Palopo.

“Ini merupakan tindaklanjut persuratan yang dimasukkan pihak pengadilan ke kantor kami. Tadi, kita berikan teori singkat mengenai penyebab kebakaran dan cara menanganinya. Mulai dengan cara alat sederhana hingga menggunakan alat pemadam api ringan atau APAR,” kata Andi Alik kepada Palopo Pos kemarin.

Terpisah, Juru Bicara PN Palopo sekaligus Wakil Ketua PN Palopo, Mochammad Yulihadi mengatakan, dalam rangka akreditasi untuk penjaminan mutu, maka pihak PN Palopo menyiapkan segala sesuatunya termasuk soal keselamatan publik dan berkas-berkas penting yang rawan terbakar.
“Pengadilan itu sangat rawan untuk dibakar.Seperti contoh yang terjadi di sejumlah pengadilan yang ada di Jawa dan NTT. Massa membakar kantor pengadilan karena tidak puas dengan keputusan. Nah, untuk melatih kesiapsiagaan bagaimana menghadapi musibah kebakaran, makanya kami bersurat ke kantor Damkar untuk mendapatkan pelatihan,” ujar Yulihadi yang pertengahan September nanti akan bertolak ke Sulawesi Tengah menjabat sebagai Ketua PN Palu.

Menurut Yulihadi, pihak PN masih perlu mendapatkan ilmu dari Damkar. Kedepannya, pengadilan masih akan melakukan persuratan bagaimana cara melakukan evakuasi jika terjadi kebakaran. Baik karena korsleting ataupun akibat kantor dibakar.

“Kami cukup berterimakasih, pihak Damkar telah memberikan teori sekaligus prakterk bagaimana cara menggunakan alat mulai dari peralatan tradisional hingga menggunakan tabung APAR. “Tadi, ada sebagian yang masih takut, tetapi semua bisa dilalui,” tandasnya.(palopo pos/fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top