Wajar tapi Tidak Lazim – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Wajar tapi Tidak Lazim

Dua Kali PSU Muna

KOLAKA POS, KENDARI – Meski tidak memiliki dampak masif secara nasional dalam hal perolehan suara, tapi Pilkada di Muna malah mendapat perhatian secara nasional. Hal tersebut tidak lepas dari Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Muna yang dilakukan hingga dua putaran.

Gubernur Nur Alam mengaku PSU hingga dua putaran tersebut merupakan hal yang wajar. Hanya saja menjadi tidak lazim karena baru pertama kali terjadi di Indonesia. Hal itu dikatakan dalam pidato sambutannya pada pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Muna Peride 2016-2021. Jumat (2/9). “Mekanisme pemilu yang berlangsung beberapa kali di muna saya anggap adalah sebuah dinamika demokrasi yang masi dalam batas-batas yang wajar cuma tidak lazim,” kata gubernur dua peroode ini.

Sebab, lanjutnya dari 269 daerah di Indonesia yang melangsungkan Pilkada serentak 9 Desember 2015 lalu hanya beberapa kabupaten yang melakukan PSU dan hanya kabupaten muna yang melangsungkan dua kali PSU. Bahkan kemungkinan bisa jadi yurisprudensi atas hal serupa dikemudian hari. “Mengapa tidak lazim karena ratusan yang Pilkada serentak hanya beberapa kabupaten dan yang paling menonjol adalah di daerah kita kabupaten Muna,” sebutnya. “Pemilihan ini menjadi edukasi politik yang tanpa kita sadari lahir didaerah kecil di Sultra yang kadang-kadang diperhitungkan dalam peta politik nasional tapi ini pelajaran politik yang sangat berarti dalam kehidupan demokrasi di Indonesia,” tuturnya. (k1)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top