Pemkab Pangkas Volume dan Anggaran Proyek 10 Persen – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Pemkab Pangkas Volume dan Anggaran Proyek 10 Persen

Asisten I Kasim Madaria saat membacakan jawaban bupati terhadap pandangan fraksi-fraksi di DPRD Kolaka terkait APBD-P 2016.

Antisipasi Pemotongan DAK dari Pemerintah Pusat

KOLAKA POS, KOLAKA – APBD Perubahan Kolaka mengalami pengurangan hingga Rp18 miliar. Namun Pemkab Kolaka telah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi dampak pengurangan tersebut. Strategi tersebut dipaparkan dalam jawaban bupati atas pandangan fraksi terkait APBD Perubahan Kolaka, pada sidang paripurna di gedung DPRD Kolaka.

Pemaparan Pemkab kali ini dibawakan Asisten I pemkab Kolaka, Kasim Madaria, mewakili bupati Ahmad Safei yang berhalangan. Beberapa keraguan muncul terkait postur APBD-P 2016 yang dianggap lebih besar belanja ketimbang pendapatan sehingga dapat mempengaruhi APBD induk tahun 2017. Selisih antara belanja dan pendapatan tersebut papar Kasim, dapat ditalangi melalui penerimaan netto. “APBD-P 2016 tetap disusun secara berimbang dan dinamis,” terangnya.

Langkah lain juga tengah disusun Pemkab Kolaka untuk mengantisipasi kelimbungan ekonomi karena pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat. Seperti diketahui, Kolaka juga mendapatkan pemotongan DAK sebesar 10 persen. Kasim menjelaskan, Pemkab Kolaka mengambil langkah penyesuaian dengan mengurangi volume fisik dan anggaran masing-masing kegiatan juga sebesar 10 persen.

Pemangkasan pengeluaran juga akan dilakukan dengan melego kendaraan dinas yang telah berumur delapan tahun atau lebih. Hal itu dilakukan karena kendaraan dinas tersebut membutuhkan biaya pemeliharaan yang cukup besar.

Selain itu, optimalisasi PAD melalui penertiban pos-pos pemungutan PAD akan terus ditingkatkan. Langkah yang telah ditempuh saat ini terang bupati melalui jawabannya yang dibacakan Kasim Madaria, yakni melakukan pembinaan kepada petugas pemungut PAD, menyiapkan portal elektronik, CCTV dan mesin kas dalam rangka mengurangi kebocoran PAD. “Kami juga melakukan uji petik serta pengawasan secara berkala dan berjenjang,” jelasnya.

Dalam jawabannya juga Pemda Kolaka menyatakan akan melakukan penjualan aset kendaraan roda dua dan roda empat mengingat umur kedaraan sudah delapan tahun dan banyak biaya pemeliharaan.

Untuk pertanyaan dari anggota DPRD Kolaka terkait faktor-faktor penyebab terjadinya pengurangan dari sektor pendapatan daerah, bupati menjelaskan pengurangan sektor pendapatan daerah disebabkan oleh pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH). Dalam APBD induk 2016, awalnya direncanakan DBH sebesar Rp115 miliar, namun setelah terbitnya Perpres No.137 tahun 2015 tentang APBN, alokasi untuk DBH Kolaka dipangkas menjadi Rp93 miliar. Tidak sampai disitu, terjadi lagi pengurangan sesuai Perpres No. 66 tahun 2016 sebesar Rp41 miliar, sehingga DBH yang diterima Kolaka hanya berjumlah Rp52 miliar atau terjadi penurunan sebesar 54,54 persen dibanding APBD awal. (cr4)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top