31 Agustus Jadi Hari Kebudayaan di Konsel – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Jazirah Sultra

31 Agustus Jadi Hari Kebudayaan di Konsel

Bupati Konsel, Surunuddin Dangga.

KOLAKA POS, ANDOOLO – Guna kelestarian adat sosial budaya di kabupaten Konsel, Pemkab Konsel menggelar simposium (kumpulan pendapat) budaya bersama tokoh adat se-Konsel, yang terpusat di aula pertemuan Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Konsel.
Dalam simposium itu dihadiri Bupati Konsel Surunuddin Dangga, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI utusan Sultra Yusran Silondae, legislator Sultra Abdul Malik Silondae, perwakilan tokoh masyarakat Konsel Iskandar, Ketua Balegda DPRD Konsel Samsu, dan beberapa anggota legislatif serta sejumlah tokoh adat di Konsel.
Bupati Konsel Surunuddin Dangga, mengaku sangat mengapresiasi kegiatan tersebut karena para tokoh masyarakat, baik tokoh pemuda ataupun tokoh adat sudah mulai memahami permasalahan mendasar yang terjadi di tataran desa. Dengan menggunakan kajian pada sisi sosial budaya, diyakininya kegiatan itu akan bersinergi dengan visi dan misi “Desa Maju Konsel Hebat”.
“Dalam rangka pelaksanaan pembangunan di Konsel, sesuai arahan Perda nomor 6 tahun 2016 tentang RPJMD Konsel 2016-2021, itu tidak hanya fokus melalui pembangunan ekonomi dan fisik semata. Melainkan harus melaksanakan pembangunan nilai sosial budaya, khususnya menjadikan budaya sebagai pilar pembangunan daerah kedepan,” ungkapnya.
Simposium budaya tersebut kata dia, nantinya akan menjadi ciri khas dan identitas kabupaten Konsel.
“Hal ini sejalan dengan program Nawacita bapak Jokowi, yaitu mewujudkan Indonesia yang berkepribadian dalam kebudayaan,” ujarnya.
Selain itu, Pemkab bersama DPRD Konsel akan selalu memberikan dukungan, dalam rangka pelestarian pengembangan nilai sosial budaya dan lembaga adat.
“Dengan demikian, akan bersinergi dengan visi dan misi kita menuju desa maju Konsel hebat,” jelasnya.
Sementara itu, anggota DPD RI Yusran Silondae, yang juga pemateri dalam simposium itu mengatakan, kegiatan tersebut didasarkan pada undang-undang nomor 52 tahun 2014, tentang pedoman pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat.
Melestarikan budaya adat setempat ungkapnya, bukan berarti mengabaikan budaya lain, tetapi bagaimana mengangkat identitas di daerah itu.
“Misalnya seperti di Konsel mayoritas suku Tolaki, maka itu harus dipertahankan dan menjadi simbol daerah Konsel,” cetusnya.
Perwakilan tokoh masyarakat, Iskandar mengatakan, kegiatan tersebut merupakan hal yang sangat dinanti-nanti oleh masyarakat Konsel. Sebab, selama ini belum pernah dibicarakan secara terbuka dalam bentuk forum resmi mengenai kebudayaan Konsel.
“Tentunya kita berharap dengan simposium ini, dapat melahirkan beberapa rekomendasi dalam bentuk rancangan regulasi, yang mendukung dengan terbentuknya lembaga adat yang sudah ada,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial Provinsi ini.
Begitu juga yang disampaikan legislator Sulta asal Konsel, Abdul Malik Silondae. Ia akan terus mengawal kegiatan itu yang dapat dituangkan dalam bentuk regulasi inisiatif, sehingga pelestarian budaya dapat dilaksanakan terutama di Konsel.
“Pertama bahasa sebagai simbol dari pada suatu wilayah, kemudian peninggalan-peninggalan lainnya. Selanjutnya, tata krama budaya dalam pergaulan,” paparnya.
Komisi II DPRD Sultra itu berharap, Pemkab Konsel dapat merespon secara baik, entah itu dukungan anggaran dalam kegiatan kebudayaan, maupun dukungan regulasi. Sehingga semua ini, berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
Sementara itu, ketua panitia kegiatan simposium Andi Tenri Rawe mengatakan, hasil akhir kegiatan simposium tersebut menghasilkan 23 rekomendasi, setelah dilakukan kajian sejak pukul 10:00 Wita hingga pukul 19:00 Wita di gedung DPRD Konsel.
“Diantaranya, tanggal 31 (Agustus, red) diusulkan sebagai hari kebudayaan di Konsel, pendanaan lembaga adat harus dianggarkan melalui APBD Konsel, dan pelantikan lembaga adat ditingkat kecamatan se kabupaten Konsel,” katanya usai pembahasan putusan akhir simposium. (k5)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top