Empat Terpidana Mati di Sulsel Tunggu Eksekusi – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Empat Terpidana Mati di Sulsel Tunggu Eksekusi

KOLAKA POS, Makassar –  Kejaksaan Agung (Kejagung) telah mengeksekusi empat terpidana mati kasus narkoba pada bulan Juli lalu. Namun, masih ada sebagian diantaranya yang belum dieksekusi. Termasuk yang ada di Sulsel.
Saat ini ada empat terpidana mati yang menjalani penahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Makassar. Mereka masih menunggu kapan waktunya untuk dieksekusi.
Kepala Lapas Klas I Makassar, Marasidin Sirait menyebut, keempat terpidana mati itu terkait dua kasus berbeda. Dua orang merupakan terpidana mati kasus narkoba, sementara dua lainnya untuk kasus pembunuhan.
”Untuk yang dua terpidana mati kasus narkoba, itu perkara dari Pinrang dan Makassar. Sedangkan dua terpidana lainnya yang terkait kasus pembunuhan, saya lupa kasus dari mana,” ujarnya
Keempat terpidana mati tersebut, lanjut Marasidin, rata-rata telah menjalani hukuman penjara selama dua tahun. Bahkan ada yang sudah menjalaninya hingga tiga tahun.
Terkait proses eksekusi, Marasidin mengatakan, pihaknya tidak tahu menahu kapan pelaksanaannya. Sebab, menurut dia, eksekusi merupakan wewenang kejaksaan.
“Kalau untuk eksekusinya saya tidak tahu, karena itu bukan wewenang kami. Temasuk proses hukumnya. Itu semua tupoksinya kejaksaan,” tandasnya.
Ditemui secara terpisah di ruang kerjanya, Asisten Bidang Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Sulsel, Muhammad Yusuf yang dikonfirmasi terkait eksekusi empat terpidana mati yang kini masih mendekam di Lapas Klas I Makassar, juga mengklaim itu bukan wewenang Kejati Sulsel.
Menurutnya, penetapan eksekusi terhadap keempat terpidana mati tersebut merupakan kewenangan Jaksa Agung. Kejati hanya sebatas melaksanakan eksekusi.
“Tergantung nanti bagaimana petunjuk dari pimpinan (jaksa agung) kapan keempatnya akan dieksekusi. Saya tidak bisa memastikan,” ujar M Yusuf, kemarin.
Dia menjelaskan, untuk proses eksekusi terpidana mati, ada banyak tahapan yang harus dilalui dan prosesnya cukup panjang. Sehingga tidak mengherankan jika ada terpidana mati yang sudah menjalani masa penahanan selama dua hingga tiga tahun belum juga dieksekusi.
Data yang diperoleh BKM, terpidana mati untuk kasus narkoba adalah Amir Aco dan H Amir alias H Dawang. Amir divonis hukuman mati di Pengadilan Negeri Makassar pada Agustus lalu, yang diperkuat oleh Pengadilan Tinggi Makassar.
Ia diputus bersalah atas perbuatannya menguasai narkotika jenis sabu seberat 1 kilogram dan 4.208 butir ekstasi. Hakim menilai hukuman mati wajar diberikan, karena Amir telah berulang kali melakukan perbuatannya.
Bahkan Amir Aco telah tiga kali divonis bersalah di Kalimantan. Setelah kabur ke Makassar, ia diketahui dua kali ditangkap mengedarkan narkotika.
Sementara H Amir alias H Dawang dipidana mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Pinrang atas kepemilikan sabu seberat 6,8 kilogram. Vonis itu kemudian dikuatkan dengan putusan Mahkamah Agung, yang tertuang dalam surat dengan nomor perkara kasasi 2496/K/pidsus/2015, tertanggal 20 Januari 2016 yang menetapkan terpidana H Amir alias H Dawang divonis hukuman mati.
Dua terpidana mati lainnya adalah Agustinus Sambo dan Markus Pata Sambo. Mereka terlibat kasus pembunuhan di Makale, Tana Toraja. Terpidana terbukti melakukan pembunuhan berencana secara bersama-sama, sehingga terpidana dijerat dalam pasal 338 KUHP. Majelis hakim Pengadilan Negeri Makale menjatuhkan vonis mati terhadap keduanya. (beritakota makassar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top