Rp200 M Aset Kolaka Akan Dihibahkan – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Rp200 M Aset Kolaka Akan Dihibahkan

KOLAKA POS, KOLAKA – Aset Pemda Kolaka terdiri dari gedung, tanah, jalan, irigasi, jembatan, peralatan, mesin dan kendaraan serta aset lainnya senilai Rp200 miliar lebih yang berada di Kabupaten Kolaka Utara dan Kolaka Timur bakal dihibahkan dan dihapus, setelah DPRD Kolaka menyetujui hal tersebut dalam rapat paripurna yang digelar untuk itu kemarin. Persetujuan DPRD tersebut dilakukan usai komisi I DPRD membacakan pandangannya mengenai hal tersebut.

“Rencana penghibaan dan penghapusan aset Pemda Kolaka, pada dasarnya Komisi I menyatakan bisa dilakukan sepanjang mengikuti mekanisme, aturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi syarat, seperti meminta persetujuan DPRD, syarat fisiknya dan masih memiliki nilai ekonomis,” papar Bakri Mendong, juru bicara komisi I DPRD Kolaka.

Olehnya itu, lanjut Bakri, proses pengibaan dan penghapusan aset Pemda Kolaka senilai sekitar Rp 159 M lebih di Koltim dan Rp49 M yang ada di Kolaka Utara seyogyanya mengikuti mekanisme yang ada.
Dalam pemaparannya itu juga, Komisi I meminta dalam pencatatan aset agar diperbaiki, sebab terdapat beberapa kali pencatatan aset ganda senilai Rp9 M lebih.
Bakri juga menyinggung aset Pemda lainnya yang masih dikuasai oleh PNS aktif, mantan PNS, Pensiunan, anggota DPRD yang sudah hijrah untuk mematuhi mengenai penguasaan aset tersebut.
Dia juga meminta Pemda untuk tegas terkait aset yang dikuasai tersebut. “Kepada PNS aktif, mantan PNS, Pensiunan, anggota DPRD yang sudah hijrah untuk mematuhi mengenai penguasaan aset tersebut, kalau sudah dilelang segera urus persuratannya, dan kepada Pemda untuk tegas, kalau memang sudah ada surat keputusaan lelangnya tolong diperlihatkan, dan aset yang dikuasai tersebut tidak memenuhi syarat segera di tarik, sebab sadar atau tidak sadar ada potensi pelanggaran pidana didalamnya yang bisa dikategorikan korupsi,” ujar Bakri.
Selain hal itu, Komisi I meminta Pemda Kolaka Utara dan Koltim untuk mengetahui dengan adanya penghibaan dan penghapusan aset tersebut. “Dengan adanya penghibaan ini Kolut dan Koltim juga harus tahun bahwa bermiliar-miliar aset Pemda Kolaka sudah dihibahkan, sementara saat penentuan batas saja masih diprotes-protes,” sindir Bakri.
Dalam Rapat paripurna tersebut, beberapa anggota DPRD sempat mengajukan protes sebelum pengambilan keputusan persetujuan rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Sudirman tersebut. Beberapa anggota DPRD menilai ada mekanisme dalam pengambilan keputusan yang terlewatkan. “Harusnya sebelum diparipurnakan, persoalan ini dibawa ke rapat gabungan komisi-komisi baru kemudian melakukan rapat paripurna,” tutur Syaifullah Khalik, anggota DPRD partai Gerindra.(cr4)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top