Pembangunan PLTS Laonti Dikeluhkan – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Pembangunan PLTS Laonti Dikeluhkan

KOLAKA POS, ANDOOLO – Warga Kecamatan Laonti Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), mengeluhkan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Tambeanga. Pasalnya, pembangunan PLTS tersebut terkesan asal-asalan dan penempatan lokasi berada pada ketinggian dan rawan longsor.

Kepala Desa Tambeanga, Harno mengatakan, saat ini rumah Selter yang diperuntukkan sebagai tempat PLTS tersebut sangat tidak layak, karena jika sudah musim hujan tiba maka lokasi itu selalu longsor. Bahkan warga yang berada didekat lokasi PLTS, saat ini sudah tidak ditinggali akibat takut akan longsor.

“Akibat lokasi penempatan yang tidak strategis dan tidak efisien, menyulitkan masyarakat yang bekerja. Selain itu juga mobilitas alat dan peralatan PLTS sulit didistrubusikan,” ujar Kades yang baru dilantik pada Juni 2016 lalu.

Bahkan menurut Kades tersebut, penetapan lokasi PLTS dianggap politisir. Sebab pihak Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Konsel, sebelumnya tidak melakukan rapat musyawarah dengan masyarakat. Akibatnya, lahanpun bukan bersifat hibah namun dibebankan pembayarannya kepada warga setempat.

“Itu bukan tanah hibah, sehingga pemiliknya minta kompensasi kepada masyarakat dengan pembayaran Rp.100 ribu per KK. Tanamannya juga minta diganti, padahal seharusnya tidak,” kesalnya.

Harno menambahkan, pihaknyapun menyayangkan terkait penunjukkan Organisasi Masyarakat Setempat (OMS), sebagai lembaga penggelola PLTS pasca konstruksi tidak melalui musyawarah. Padahal dari pihak pusat memberitahukan, jika hendak membentuk OMS harus menyelenggarakan musyawarah terlebih dahulu.

“Kami minta penggelola OMS-nya harus diganti, dengan ketua Adnan pemilik lahan itu dan selalu minta ganti rugi padahal gajinya jalan terus,” imbuhnya.

Dalam pembangunan PLTS tersebut, masyarakat hanya mempersoalkan pada titik kedua yakni berada didusun empat. Sementara titik pertama yang ada didusun satu sudah sesuai pada tempatnya dan tidak berada diketinggian.

“Dusun satu itu tanah hibah dan dimusyawarakan. Saat itu saya belum menjabat sebagai Kades. Untuk anggarannya saya tidak tahu karena mereka tidak pasang papan proyeknya,” tandasnya. (k5)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top