TKPSDA Sebut Alih Fungsi Hutan Sebabkan Banjir – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Metro Kolaka

TKPSDA Sebut Alih Fungsi Hutan Sebabkan Banjir

Anggota TKPSDA saat memantau bendungan air di wiayah selatan Kolaka, muzakkir.FOTO : Muzakkir/Kolaka Pos

KOLAKA POS. KOLAKA – Hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) oleh Tim Koordinasi Pemantau Sungai dan Air (TKPSDA), wilayah Toari Lasusua yang meliputi Kolaka, Kolaka Utara, Kolaka Timur dan kabupaten Bombana, menyebutkan bahwa penyebab utama rusaknya Daerah Aliran Sungai (DAS) dan seringnya terjadi banjir, karena terjadinya perubahan fungsi hutan.

Anggota Komisi I bidang Konservasi TKPSDA Nasruddin mengatakan, dalam hasil Monevnya pada akhir pekan kemarin bahwa kerusakan wilayah DAS dan sering terjadinya banjir di Kolaka diakibatkan oleh tiga hal. yakni perkebunan kelapa sawit, pertambangan dan berubahnya fungsi hutan menjadi lahan perkebunan.

Olehnya itu, tim yang terdiri dari birokrasi pemerintah dan non pemerintah yang di SK kan langsung oleh kementerian PU meminta kepada Pemda dan Pemprov, untuk melakukan upaya pencegahan banjir dan perbaikan sumber daya air.

“Pencegahan banjir dalam bentuk perbaikan hutan di hulu, pembuatan Cekdam, pembuatan Embun dan reboisasi di hulu. Sedangkan untuk perbaikan sumber daya air, dengan melakukan rehabilitasi dan pembuatan bendungan baru yang bakal digunakan oleh petani sawah dan tambak,” ujarnya saat ditemui bersama anggota komisi II bidang Pendayagunaan Air TKPSDA Andi Aswan, usai melakukan Monev Sungai dan Air di wilayah Selatan Kolaka.

TKPSDA dibawah koordinasi Balai Sungai dan Air wilayah Sulawesi IV (Sultra) kata dia, bertugas untuk melakukan pendataan dan pemantauan terhadap sungai dan pantai di wilayah Toari Lalusua, yang mencakup empat kabupaten dengan maksud dan tujuan melakukan pendataan tentang beberapa titik sungai. “Jadi kami bekerja terbagi dalam tiga komisi, yakni Komisi Konservasi Sumber Daya Air, Komisi Pendayagunaan Air dan Komisi Daya Rusak Air,” terangnya.

Tim yang dibentuk lanjut Nasruddin, bertujuan untuk melakukan pendataan sungai dan air serta melakukan evaluasi tentang kerusakan air, yang kemudian melaporkannya ke Balai Sungai dan Air untuk dilakukan penanganan dan pencegahan tentang rusaknya air di wilayah IV Sulawesi. “Agar kedepannya, potensi-potensi kerusakan air di wilayah sungai Toari Lasusua dapat dilakukan pencegahan,” tandasnya. (cr1)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top