Penempatan Guru di Konsel Tidak Merata – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Jazirah Sultra

Penempatan Guru di Konsel Tidak Merata

Kadis Pendidikan: Kompetensi Guru Masih Sangat Jauh

KOLAKA POS, ANDOOLO – Penempatan guru di Konawe Selatan tidak merata. Buktinya, masih banyak sekolah yang kekurangan tenaga pendidik dan adapula sekolah yang kelebihan pahlawan tanpa tanda jasa itu.
Plt Dinas Pendidikan Konsel Busnawir menjelaskan, masih ada sekolah yang gurunya hanya dua atau tiga saja. Untuk menangani hal tersebut, pihaknya akan melakukan pendataan ulang untuk pendistribusian guru.
“Kita akan melakukan pemerataan, jadi guru yang lebih akan kita pindahkan di sekolah yang gurunya masih kurang,” jelasnya.
Untuk sekolah yang memilik guru lebih, lanjut dia, dari 25 kecamatan yang ada yakni di kecamatan Konda, Ranomeeto dan Moramo. Sisanya sebanyak 22 kecamatan itu masih kekurangan guru, sementara untuk penerimaan guru saat ini belum ada.
“Untuk rasio perbandingan guru dan sekolah sebenarnya sudah lebih, dimana seharusnya antara satu banding 25, namun kelebihan guru yang ada sekarang, perbandingannya menjadi dua banding 25. Kelebihan guru ini karena banyaknya yang kita terima guru honorer kategori dua (K2) dan Guru Tidak Tetap (GTT),” paparnya.
Akibat kelebihan guru, pihaknya akan melakukan perbaikan dengan mendistribusi guru secara merata. Untuk segi kompetensi guru, ia mengungkapkan masih sangat jauh, sehingga sekarang ini pihaknya menyarankan banyak mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi guru.
“Kemarin saya baru membuka pelatihan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) mulai dari guru SD sampai SMA, disitu saya kemukakan supaya guru-guru yang mempunyai kemampuan lebih, supaya bisa shearing dengan guru yang masih kurang,” imbuhnya.
Busnawir menambahkan, pendistribusian guru nantinya menggunakan sistem zona. Misalnya di sekolah A gurunya 13, karena idealnya guru SD itu sembilan orang. Maka sisanya akan dipindahkan ke sekolah yang gurunya kurang. Jadi kita pindahkan di sekolah yang terdekat, supaya tidak mempengaruhi tempat tinggal mereka. Takutnya kalau kita pindahkan ke tempat jauh, akan dijadikan alasan untuk pindah lagi,” ungkapnya.
Selain guru, pihaknya juga akan menata para Kepala Sekolah (Kepsek) yang masa jabatannya sudah lebih empat tahun.
“Memang maksimalnya delapan tahun. Kalau dia (Kepsek, red) bagus itu akan dipindahkan di sekolah yang tertinggal, agar bisa membina menjadi lebih baik. Meski baru satu bulan di dinas pendidikan, saya menargetkan kedepan akan menciptakan sekolah-sekolah unggulan masing-masing dua, baik SD, SMP maupun SMA. Sekolah ini nantinya sebagai produk kualitas pendidikan di Konsel,” katanya. (k5)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top