Dugaan Penyimpangan Anggaran Pilkada Koltim Terus Diusut – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Dugaan Penyimpangan Anggaran Pilkada Koltim Terus Diusut

KOLAKA POS, KOLAKA – Kejaksaan Negeri Kolaka terus melakukan pengumpulan bukti dan keterangan terkait adanya dugaan penyimpangan anggaran pilkada Kolaka Kolaka Timur tahun 2015 lalu. Kasi Intel Kolaka, Karimuddin yang ditemui di ruangannya kemarin membenarkan jika pihaknya masih terus bekerja dan telah memanggil beberapa orang untuk dimintai keterangannya. “Masih sebatas permintaan keterangan, anggota KPUD sudah, jadi kasus ini masih terus kita selidiki dugaan penyimpangannya,” terangnya.

Dia juga menambahkan pihaknya juga akan memanggil sekretariat KPUD Kolaka Timur sebagai pengelola anggaran Pilkada Kolaka Timur Tahun 2015. “Dalam waktu dekat ini kita akan mintai keterangan juga pihak sekretariat,” paparnya. Dijelaskanya permintaan keterangan terhadap sekretariat KPUD Kolaka timur tersebut untuk mengetahui perihal mengenai pengelolaan anggaran Pilkada Koltim yang mencapai nilai 15 Milyar lebih. “Kita mau tahu bagaimana pengelolaannya dana pilkada yaang jumlahnya sekitar 15 Milyar lebih, karena pihak sekretariat yang mengetahuinya,” jelasnya.

Dia juga menyatakan bahwa dalam kasus dugaan ini belum ada tersangkanya. “Tersangkanya belum ada, masih sebatas permintaan keterangan dulu,” ujarnya. Meski demikian, Pihak Kejaksaan kata Karimuddin sudah mendapatkan beberapa informasi terkait adanya dugaan penyimpangan dalam kasus tersebut.

Terkait adanya informasi salah satu dugaan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran pilkada Koltim yakni mengenai penganggaran kotak suara dan bilik suara oleh sekretariat KPUD Kolaka Timur, Karimuddin mengaku masih mendalaminya. “Benar ada bukti peminjaman Kotak Suara 300 buah dan Bilik Suara 560 buah dari KPUD Kolaka, terkait mereka menganggarkannya lagi belum kita ketahui, belum bisa kita pastikan, masih perlu digali dulu informasi itu,” ujarnya. (cr4)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top