Kejari Periksa Komisioner KPUD Kolaka dan Koltim – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Kejari Periksa Komisioner KPUD Kolaka dan Koltim

 Terkait Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Pilkada Koltim

KOLAKA POS, KOLAKA – Meski Pilkada Kolaka Timur telah lama rampung, tapi para komisioner KPUD Koltim dan KPUD Kolaka masih harus berurusan pelik. Kali ini bukan untuk kesuksesan Pilkada, tetapi dengan jeratan hukum yang sedang digalakkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kolaka. Instansi yang dipimpin Jefferdian ini menduga ada penyimpangan atau peyalahgunaan anggaran dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Kolaka Timur pada tahun 2015 lalu.

Kemarin (23/8), Kejari Kolaka mulai memanggil para penyelenggara Pilkada Koltim lalu yaitu KPUD Kolaka dan KPDU Koltim. Pantauan Kolaka Pos di kantor kejari, pemeriksaan dilakukan mulai pada pukul 09.00 Wita. Imformasi yang dihimpun semua anggota KPUD Kolaka dan Koltim ikut dimintai keterangannya dalam pemeriksaan yang dilakukan secara tertutup oleh para penyidik.

Kasi Intel Kejari Kolaka, Karimuddin yang ditemui membenarkan adanya pemeriksaan tersebut. Namun Karimuddin dalam kesempatan itu belum membeberkan terkait pemeriksaan tersebut. “Masih kita periksa ini, nantilah kita infokan,” tuturnya singkat ditemui saat keluar dari ruangannya.

Sementara itu Ketua KPUD Kolaka, Lukman kepada Kolaka Pos membenarkan jika dirinya bersama anggota KPU Kolaka lainnya dimintai keterangannya oleh jaksa terkait adanya dugaan penyimpangaan anggaran pilkada Kolaka Timur. “Iya memang benar saya dan anggota KPU Kolaka lainnya dimintai keterangan tadi pagi, terkait dugaan penyimpangaan anggaran pilkada Kolaka Timur,” ungkap Lukman melalui telepon selulernya.

Lukman juga membeberkan dalam pemeriksaan itu, ada puluhan pertanyaan jaksa yang diajukan kepadanya terkait dugaan penyimpangan tersebut. “Banyak pertanyaannya, yang jelas ada sekitar enam lembar tadi saya lihat itu,” papar Lukman.

Terkait jumlah anggaran Pilkada Kolaka Timur tahun 2015 lalu, Lukman mengatakan bahwa setahu dirinya saat menjadi penyelenggara sebelum diambil alih oleh KPUD Kolaka Timur, ada sekitar Rp13 miliar lebih. “Setahu saya saat masih KPUD Kolaka itu ada Rp13 miliar selebihnya saya tidak tahu, yang jelas itu saja saya dimintai keterangan terkait adanya dugaan penyimpangan,” ujar Lukman.

Selain itu Lukman juga membenarkan jika dalam penyelengaraan pilkada Koltim, KPUD Kolaka meminjamkan beberapa kotak suara dan bilik suara kepada KPUD Kolaka Timur. “Memang ada yang dipinjamkan kotak dan bilik suara, jumlahnya saya tidak tahu persis,” tutur Lukman. (cr4)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top