TNI Diminta Jadi Teladan Masyarakat – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Metro Kolaka

TNI Diminta Jadi Teladan Masyarakat

Komandan Korem (Danrem) 143 Haluoleo Kolonel Infanteri Immanuel Ginting saat saat berkunjung di Kodim 1412 Kolaka beberapa waktu lalu.FOTO : Muzakkir/Kolaka Pos

Komandan Korem (Danrem) 143 Haluoleo Kolonel Infanteri Immanuel Ginting saat saat berkunjung di Kodim 1412 Kolaka beberapa waktu lalu.FOTO : Muzakkir/Kolaka Pos

KOLAKA POS, KOLAKA – Komandan Korem (Danrem) 143 Haluoleo Kolonel Infanteri Immanuel Ginting, menekankan kepada seluruh personelnya untuk menjadi teladan di masyarakat. Serta mengingatkan kepada seluruh anggota Persatuan Istri Tentara (Persit) di bawah naungan Koorcab Korem 143/HO , untuk selalu mendukung kegiatan suaminya dalam bertugas.Hal itu diungkapkan saat berkunjung di Kodim 1412 Kolaka beberapa waktu lalu.

Immanuel Ginting menekankan, untuk bersikap teladan dan menjadi panutan agar bisa dicintai rakyat dimanapun berada. “Ingat saya tekankan, mulai dari pangkat tertinggi yang ada di Korem yaitu saya, sampai pada pangkat terendah Prada yang ada di bataliyon 725, harus bisa menjadi teladan. Ini harus, paham,” tegasnya.

Sikap teladan, lanjut Immanuel, berawal dari diri sendiri dan pribadi masing-masing. “Kalau saya sebagai Danrem, maka saya harus bisa menjadi teladan kepada semua personel di wilayah Sulawesi Tenggara, mulai dari Perwira, Bintara sampai Tamtama, begitupun juga kalian menjadi teladan di bawahnya, sampai kepada masyarakat, harus memberi contoh yang baik,” paparnya.

Ia menjelaskan, teladan yang dimaksudkan dari segi perbuatan, tutur kata, sikap dan tindak laku. “Kalau kalian semua sudah bisa menjadi teladan, pasti bisa melaksanakan tugas dengan baik. Olehnnya itu saya sangat menekankan untuk menjadi teladan dimulai dari hubungan pribadi dengan tuhan dan hubungan dengan istri. Kalau sudah menjadi panutan dan teladan, pasti akan dicintai rakyat di sekelilingmu,” ujar mantan komandan brigade perang Papua tersebut.

Immanuel juga menitipkan pesan kepada Persit di bawah naungan Koorcab Korem 143/HO, untuk mendukung kegiatan suaminya. “Ibu itu bisa ada seperti sekarang ini, salah satunya karena bagian dari tulang rusuk suami, maka tunduklah pada suami, bukan menanduk suami. Tanduk dan tunduk, beda tipis ya. Kalau nanduk itu, berapa pun remunerasi yang dibawa pulang suami, berapa saja gaji yang di bawa pulang pasti ngomel aja, tanggal 15 uangnya sudah habis, selalu membandingkan suami dengan tentangga yang lain, itu namanya istri yang nanduk bukan tunduk,” tandas bapak yang baru saja mengikuti seleksi Lemhanas tersebut. (cr1)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top