Nur Alam : Biarlah Isteri Saya Terus Legislator – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Nur Alam : Biarlah Isteri Saya Terus Legislator

Margiono Kukuhkan Pengurus PWI Sultra

 Pengukuhan pengurus dan Rakerda PWI Sultra.FOTO : Andi Jumawi/Kolaka Pos

Pengukuhan pengurus dan Rakerda PWI Sultra.FOTO : Andi Jumawi/Kolaka Pos

KOLAKA POS, KENDARI – Pengukuhan Pengurus dan Rapat Kerja Daerah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Tenggara yang bertemakan “Profesionalisme Pers mewujudkan Sultra Berdaya Saing” berlangsung
Sabtu (20/8) di Swiss Bell Hotel Kendari. Kegiatan Rapat kerja daerai ini diawali dengan sambutan Ketua DPRD Prov.Sultra Abd.Rahman Saleh. Dilanjutkan dengan tanya jawab dengan peserta Rapat Kerja Daerah yang terdiri dari tiga Komisi.
Akhirnya kegiatan Rakerda di Scorsing dan dilanjutkan setelah kegiatan pengukuhan yang dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tenggara H.Nur Alam, Ketua Umum PWI Pusat H.Margiono, Ketua Dewan Penasehat PWI Pusat, Ketua DPRD Prov.Sultra Abd.Rahman Saleh,Ketua KPU Prov.Hidayatullah, Kabid Humas Polda Sultra, Karo Humas Pemprov Sultra, Kajari Kolaka, serta undangan lainnya.
Kegiatan diawali dengan Do’a dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, ?selanjutnya Laporan Ketua Panitia Pelaksana.
Sementara itu, Ketua PWI Sultra, Sarjono,S.Sos Wartawan Media Online Antara, mengatakan memang dalam menjalankan organisasi ini tentunya memiliki sejumlah kendala, dan PWI memiliki program yang masih belum bisa berjalan dengan normal namun saya ajak semua pihak untuk mendukung program kami, agar semuanya bisa berjalan dengan baik.
Ketua Umum PWI Pusat, H.Margiono, Pada kesempatan itu mengatakan, bahwa PWI itu adalah organisasi Pers yang harus menjadi suatu contoh buat semua kadernya, agar kedepan bisa menjadi organisasi yang bisa di contoh.
“Saya tadi kaget, karena saat disebutkan namanya semua teriak “MERDEKA” saya kira mungkin karena kepemimpinan Gubernur H.Nur Alam, sehingga Wartawan Merdeka, atau mungkin karena ketua Umum PWI Pusat dari Rakyat Merdeka’ ternyata itu suatu semangat rekan-rekan semua.” Jelasnya.
Dikatakan, program inti atau yang utama harus kita lakukan, Uji Kompetensi Wartawan (UKW) karena banyak di daerah-daerah yang tertinggal dengan perkembangan, karena karya Jurnalistik banyak yang kalah dengan Medsos sehingga kita harus menyadari Profesionalisme yang harus kita jaga agar hidupnya Pers itu tetap terjaga. Pemimpin-Pemimpin kita ini adalah guru-guru kita.
Lebih jauh ia mengatakan, Gubernur Nur Alam adalah salah satu Gubernur yang berhasil di Indonesia, seperti Jembatan Bahteramas, Masjid, Rumah Sakit, dan saya rasa wartawan harus belajar dari sini. Kualitas sudah bagus dan banyak melebihi dari daerah lainnya di Indonesia dan kita harus banyak belajar dari hal ini, sehingga kita jangan terlalu banyak mengkritik, agar kita bisa memahami dan semestinya kita lebih tahu dan memahami apa dan bagaimana kritikan yang akan kita sampaikan.
Kepada Gubernur, Ketua DPRD, dan semua kalangan yang telah berperan dalam kemajuan organisasi
PERS PWI di Sultra ini kami ucapkan banyak terima kasih, dan kami mohon kepada Bapak Gubernur, Ketua DPR untuk tetap memberikan dukungan, Support kepada Pers, dan kalau bisa meninggalkan kenang-kenangan saat menjelang pensiun, dan itu merupakan hal yang sangat kami harapkan.
Kegiatan selanjutnya adalah pengukuhan pengurus PWI yang ditandai dengan penyerahan bendera Pataka PWI Sultra oleh Ketua Umum PWI Pusat? kepada Ketua PWI Sultra, dan dilanjutkan dengan penyerahan cemderamata oleh Ketua Umum PWI Pusat Kepada Gubernur Sultra dan Ketua DPRD Prov.Sultra sebagai figur atau tokoh yang inspiratif. Ketua,. Selanjutnya Gubernur Sulawesi Tenggara, H.Nur Alam dalam sambutaannya mengatakan, kepada semua rekan-rekan PWI yang baru saja dilantik, Pimpinan Media, seluruh rekan Wartawan tanpa terkecuali, saya menyimak dengan baik apa yang menjadi pengarahan ketua PWI Pusat kepada kita, saya tak mau lagi menyinggung masalah terkait PWI, dan PERS, saya ingin menyimpulkan dan jika ini dinilai baik maka saya mengajak untuk dicatat dan di publikasikan, saya berinteraksi dengan saudara-saudara bukan hanya saat saya menjabat sekitar sembilan tahun, namun saya hadir selaku pribadi dan Sebagai Gubernur itu tak lepas dari peran dan fungsi Media (PERS) .
Menurutnya ada tiga fungsi Media, kalau kita melihat dari fungsi Demokrasi, media dan Wartawan adalah Transmisi (Penghubung) yang menghubungkan antara mesin dengan kendaraan, yang menggerakkan kendaraan (Perseneling) Roda dinamik, roda penggerak pembangunan, karena itu saudara memiliki peran yang sangat menentukan yang bisa mengangkat dan menjatuhkan, hari ini bisa naik atau turunnya pamor seseorang. Kemudian Fungsi Bangkir, menampung ide-ide orang dari orang yang punya ide kepada orang yang tak punya ide, debitur seperti kepada orang yang punya modal kepada orang yang tak punya modal, narasumber apapun itu, politikus, pengusaha dan lainnya. Yang perlu dipublis ke khalayak, jika posisi bangkirnya tadi tidak bagus maka lembaga ini tak akan berkembang dengan baik, jelasnya. Selanjutnya fungsi Inkubator, mereivisi ulang, meramu kembali bahan-bahan dan ramuan yang masuk dan diolah dengan baik untuk dikomsumsi publik. Ujung dari ketiganya dibutuhkan wartawan dan media yang profesional. Jangan saudara-saudara merendahkan profesi saudara, jangan semua orang bisa dijadikan wartawan. Karena jangan sampai hanya mencederai media. Jadilah seorang investigator, jangan jadi subyektifiator.
Menurut gubenur, semua Wartawan di Sultra ini pak Ketua Umum PWI Pusat, semua kompak dan meskipun masih ada sedikit yang sering otot-otot namun masih bisa diatasi. Karena itu Media ikut mengawasi dan pemerintah harus mempertegas dan kita bersama-sama mengawasi Medsos yang mana terkadang dijadikan rujukan, sehingga kita harus sama-sama dan salah satu kuncinya, jangan membuat jarak dengan pemerintah hanya karena idealismenya, keterbukaannya.
Dikatakan, seorang pemimpin yang bijak pasti akan menggunakan media untuk mengevaluasi kebijakan dan kepemimpinannya serta kedudukannya, karena kadang kita jika memimpin dan terlena duduk di kursi jabatan, maka terkedang kita lupa akan adanya orang disekitar kita yang perlu kita perhatikan. Karena itu rekan wartawan jika memiliki suatu temuan yang dianggap akurat maka silahkan diberitakan dan jangan mengambil keputusan, dan jangan emosional karena wartawan tak boleh emosional. Karena disitulah nilai kita.
Sebagai Pimpinan daerah, kata Nur Alam, medialah yang selalu mengangkat dan mempublikasikan kegiatan pemerintahan. “Namun saya sayangnya sungguh bahwa isu-isu yang menyatakan akan melanjutkan singgasana saya adalah tidak benar. Saya tak mau merusak karya besar hanya karena ambisi kekuasaan hanya karena ambisi jabatan, biarkanlah isteri saya melanjutkan tugasnya sebagai legislator mewakili Sultra di DPR-RI biarlah Republik ini menentukan pemimpin daerah ini kedepan, dan saya tahu saudaraku Ketua PWI Sultra (Kopral Jono, Kelakar) silahkan ajukan Proposal, dan terima kasih atas penghargaannya dan semua setuju kita Hibah kepada PWI, saya umumkan langsung, Rp.500.000.000,- (Lima Ratus Juta Rupiah). Dan itu untuk digunakan PWI sumbangan dari saya, “ pungkas Nur Alam. (K7/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top