15 PNS Bayar Rp70 Juta Ternyata Gagal jadi PNS – KOLAKA POS

KOLAKA POS

KOTA KENDARI

15 PNS Bayar Rp70 Juta Ternyata Gagal jadi PNS

Ombudsman Sultra akan Kroscek ke Lapangan

 

 

Net/Ilustrasi

Net/Ilustrasi

KOLAKA POS, KENDARI – Dari hasil tindaklanjut yang dilakukan Kantor Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Sulawesi Tenggara (Sultra) terhadap laporan dugaan 15 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) ‘siluman’ di Kabupaten Buton Utara (Butur) ternyata ke 15 orang itu telah gagal jadi PNS.

Menurut Ketua ORI Sultra Aksa hal itu berdasarkan pengakuan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Butur, bahwa Badan Kepegawaian Nasional (BKN) tidak menerbikan Surat Keputusan (SK) pengangkatan terhadap 15 PNS tersebuti dikarenakan tidak memenuhi syarat.

“Ombudsman sudah tindak lanjuti itu (PNS siluman. red), kita sudah klarifikasi ke Pemda Butur. Dan keterangan yang disampaikan BKD bahwa yang 15 orang ini tidak jadi diangkat PNS karna tidak menenuhi syarat untuk dikeluarkan SK dan NIP, sehingga BKN tidak mengeluarkan SK dan NIP. Mereka gagal jadiPNS, itu keterangan dari pemda,” katanya. Sabtu (20/8).

Namun, lanjutnya sekali pun Pemda Butur dalam hal Ini melalui BKD telah menyatakan mereka gagal jadi PNS, pihaknya masih harus membuktikan sendiri kebenaran hal tersebut langsung ke lapangan. sehingga benar-benar legalatitasnya terakui.

“Tinggal kita di ombudsmen akan membuktikan kebenaran informasi itu dengan melakukan kroscek kelapangan apakah betul-betul meraka ini tidak di terbitkan SKnya atau bagaimana,” jelasnya.

Terkait informasi bahwa 15 orang ini menyeotor sejumlah uang dengan besaran Rp. 70 juta hingga Rp 80 juta perorang kepada BKD dan Sekda Butur, Aksa mengatakan hal tersebut harus menjadi wewenang pihak penegak Hukum .

“Mereka menyetor sejumlah uang itukan masuk di pidana, saya kira kalau merasa dirugikan bisa saja melapor ke penegak hukum dalam hal ini kepolisian apakah itu kasus suap menyuap, atau sogok menyogok nanti kepolisian yang kaji. karna meskipun kita tangani ketika ada kaitan hukumnya pasti diserahkan ke Polisi maupun kejaksaan,” katanya.

Dan menurutnya setoran sejumlah uang ini juga masih dalam sebatas informasi yang belum bisa dibuktikan kebenarannya.

“Kalau dari informasi yang berkembang dan tanpa bisa kita buktikan juga kebenaran informasi itu memang seperti itu, tapi itukan hanya isu karna kita tidak bisa buktikan dan mereka yang bercerita juga tidak bisa membuktikan,” tutupnya.(k1/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top