Mengaku Aktivis LSM, Mengamuk Gara-gara Senso – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Mengaku Aktivis LSM, Mengamuk Gara-gara Senso

foto LSMKOLAKA POS, Luwu Timur – Sejumlah orang yang mengaku dari LSM Pers memprotes Dinas Kehutanan Luwu Timur yang telah menyita sebuah senso atau mesin gergaji dikawasan Hutan Lindung daerah Kasintuwu Kecamatan Mangkutana. Mereka keberatan menganggap penangkapan itu salah prosedur.
Kepala Dinas Kehutanan Andi Makaraka menganggap yang komplain ini lucu terkesan tidak paham aturan. Hal itu dikatakan Andi Makaraka saat ditemui dikantorya, Jumat (19/8) sore.
Menurutnya, dua hari lalu Polisi Kehutanan Luwu Timur melakukan patroli ke kawasan Hutan Lindung yang ada di daerah Mangkutana. Saat itu, anggotanya mendengar ada suara mesin senso tengah meraung-raung dikawasan Hutan Lindung.
Polisi Kehutanan akhirnya mendatangi sumber suara tersebut, disana mereka mendapati ada aktivitas penebangan. Namun, saat melihat ada Polisi Hutan datang, pelaku melarikan diri. Sementara Sensonya ditiggalkan, akhirnya senso tersebut disita untuk dijadikan sebagai barang bukti.
Penyitaan senso tersebut menuai masalah, Sejumlah Oknum yang dipimpin Nandar, mengaku dari LSM Pers, mendatangi Dinas Kehutanan meminta senso tersebut di pulangkan. Mereka menganggap Polisi Kehutanan menyalahi prosedur dalam melakukan penyitaan.
Katanya suatu kesalahan jika menangkap senso tanpa ada orangnya. Menurutnya dia, lagi pula kenapa hanya orang miskin saja yang ditangkap. Orang kaya dibiarkan. Mereka juga mengancam akan memberitakan hal ini lewat media Online.
Mereka juga mempertanyakan kenapa Polisi Hutan tidak menangkap para pelaku perambah hutan dirumahnya, karena banyak itu orang kaya yang merambah hutan lindung.
Menanggapi hal ini, Andi Makaraka Kepala Dinas Kehutanan Luwu Timur, tidak gentar. Ia malah menganggap lucu, biasanya LSM dan Pers itu anti perambahan Hutan Lindung.
Namun kali ini terbalik, ada LSM Pers yang menentang perambah hutan ditindak.”Lucu saja, baru kali ini saya dapat ada aktivis LSM Pers yang komplain jika petugas menangkap pelaku perambah Hutan dikawasan Hutan Lindung.” Kata Andi Makaraka
“Saya tegaskan silahkan saja mau diberitakan seperti apa, yang jelas faktanya senso itu kita tangkap dikawasan Hutan Lindung, bukan di rumah warga. Justeru kita salah prosedur jika menyita senso tersebut di dalam rumah warga, dalilnya tidak kuat.” tegasnya. (fmc)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top