Dipecat, Empat Pegawai UPTD Rusunawa Kolaka Kepala UPTD Membenarkan karena Soal Keuangan – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Dipecat, Empat Pegawai UPTD Rusunawa Kolaka Kepala UPTD Membenarkan karena Soal Keuangan

Anggota DPRD Kolaka Marah Besar

KOLAKA POS, KOLAKA – Empat Tenaga Harian Tidak Tetap (THTT) Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Rusunawa Kolaka dirumahkan dengan alas an karena keuangan yang tidak memungkinkan. Pemecatan itu sendiri dilakukan Kepala UPTD Rusunawa Kolaka Amran .
“ Ya karena masalah keuangan UPTD Kolaka yang tidak memungkinkan terpaksa kami merumahkan keempat THTT UPTD Rusunawa,” jelas Amran saat dihubungi melalui ponselnya.
Ikhwal pemecatan keempat THTT itu diakui Kasman Ahsin tenaga harian Urusan Penghunian Rusunawa yang dipecat. “Alasananya di dalam surat pemecatan kita katanya berhubung kondisi keuangan UPTD Rusunawa Kolaka dan hasil rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mengintruksikan untuk menghentikan pemakaian langsung atas sewa hunian rusunawa, serta memerintahkan untuk penyetor seluruh penerimaan Rusunawa ke kas daeah, makanya kita dipecat katanya,” jelasnya.
Selain dirinya, Aksan (security), Umar (security) dan Ruslan (pembantu teknisi air bersih), juga ikut medapat Pemutusan Hubungan Kerja Tersebut. “Saya mulai bekerja di rusunawa sebelum difungsikan, sekaligus mengoperasikan semua ?Rusunawa. Juga memikirkan bagaimana rusunawa itu ditempati hingga seperti sekarang. Tapi kenyataannya justru kita dipecat,” tambahnya.

Sebagai orang yang bertanggungjawab atas hunian Rusunawa, Kasman mengaku tidak pernah meninggalkan tugasnya. Pemecatan tersebut sangat membuatnya terpukul dan kaget, apalagi surat pemecatannya diselipkan dalam amplop gaji bulan Juli yang diterimanya pada Kamis lalu. d
“Saya menilai surat pemecatan yang dikeluarkan kepala UPTD Rusunawa ilegal, sebab saya di SK kan oleh Bupati Kolaka untuk urusan Penghunian dalam struktur organisasi UPTD Rusunawa Dinas Pekerjaan Umum, sesuai peraturan bupati Kolaka nomor 9 tahun 2013, tertanggal 8 mei 2013, ditandatangani Plt bupati Kolaka H Amir Sahaka. Jadi yang berhak memecat saya itu bupati, bukan kepala UPTD” tegas Kasman.

Selain itu menurutnya, ?pemecatan yang dilakukan kepala UPTD tidak sesuai prosedur, sebab tidak didahului surat peringatan. Begitupun mereka dipecat karena sebelumnya mengikuti hearing dengan DPRD Kolaka terkait pengelolaan rusunawa.

Soal alasan keberatan pemecatan itu, Amran Kepala UPTD Rusunawa Kolaka mengatakan, selain karena kondisi keuangan UPTD Rusunawa yang tidak memungkinkan juga alasan keempatnya dinilai sering melakukan pelanggaran dan tidak bisa diatur, sehingga dilakukan rasionalisasi. Hal ini juga ,sudah dilaporkan kepada Kadis PU Kolaka.

“Setiap apel saya sudah sering sampaikan secara lisan supaya mereka disiplin, tapi mereka tidak bisa diatur,” kata Amran yang mengakui belum memberikan teguran tertulis kepada keempat THTT,” jelas Amran.

Sementara Anggota komisi III DPRD Kolaka, Hasbi Mustafa melalui telepon selulernya mengecam tindakan yang dilakukan oleh kepala UPTD Rusunawa yang memecat empat THTT. Sementara dalam hearing yang dilaksanakan tanggal 23 juni 2016, disitu disepakati supaya pengelolah rusunawa membenahi semua yang ada disana, serta tidak boleh ada pemecatan.

“Kalau dilakukan pemecatan, itu membuat masalah baru,” tegas politikus partai Hanura tersebut. (cr4/hen/)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top