ORI Diminta Bongkar Permainan Kotor Proyek di Kolaka – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

ORI Diminta Bongkar Permainan Kotor Proyek di Kolaka

Julman Hijrah Akui PPK dan Satker Serahkan ke PT. Merah Putih

KOLAKA POS, KENDARI – Dugaan persengkongkolan jahat yang dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan satuan Kerja (Satker) dalam mega proyek pengerjaan jalan Pramuka tahap dua dikabupaten Kolaka Semakin nampak.
Pasalnya dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh Ombusman Republik Indonesia (ORI), pihak PPK dan Satker meberikan barang bukti berupa Kontrak antar PT Merah Putih dengan pemerintah Kabupaten Bombana.
Padahal menurut Ketua Bidang Advokasi PT Rekaya Semesta Utama Julman Hijrah se J. Pramukalaku pelapor hal tersebut bukan wewenang PPK tapi Pokja, dan Untuk pokja sendiri telah melakukan dua kali evaluasi terhadap PT Merah Putih selaku penyedia alat PT Rekaya Utama Semesta apakah PT Merah Puti masih terlibat kontrak dengan pemda Kabupaten Kolaka.
“Dan hasil dari evaluasinya untuk menentukan apakah PT Merah puti Masih memiliki kewajiban kontrak terhadap pemda Bombana atau tidak. Kepala Dinas PU telah menurunkan Surat pernyataan bahwa PT Merah Putih memang masih terlibat Kontrak dengan Pemda Bombana akan tetapi pengerjaan proyek dalam kontrak itu telah selesai, sehingga kami menilai alasan bukti itu sangat tidak wajar,” katanya.
Sehingga katanya atas tindakan yang dilakukan PPK dan Satker tersebut dinilai bentuk penyalahgunaan wewenang yang semakin menimbulkan reaksi negatif, kemungkinan persengkonggkolan jahat itu semakin nampak. dimana diasumsikan pembatalan tender yang dilakukan oleh PPK dan Satker disebabkan ada perusahaan yang dikehendaki namun tidak lolos perengkingan dalam seleksi tender.
“Di perusahaan kami punya yang membidangi advokasi penyedia barang dan jasa hasil kajian kami itu, dan biarkanlah publik akan menilai hal ini juga. Oleh karna itu saya kira kepada ORI untuk membongkar hal ini ada apa kira-kira. kami tidak ingin memprovokasi tapi kami dirugikan karna semestinya kamilah pemenang dan hasil evaluasi yang ditetapkan oleh pokja” sebutnya.
Sementara di tempat terpisah Ketua ORI Sultra Aksa membenarkan jika bukti yang di ajukan oleh PPK dan satker adalah Kontrak Antara PT merah putih selaku penyedia Alat. namun pihaknya belum bisa memastikan bahwa ada persekongkolan jahat didalam mega proyek ini.
“Kami suda periksa Kasatker dan PPK, namun kita belum bisa memastikan ada persekongkolan jahat, dan kami sudah memanggil pihak Pokja untuk memberikan seluruh dokumen bukti yang diajukan oleh PPK dan satker (bukti kontrak PT merah putih dan pemkab Bombana. red) dan bukti lainnya agar semua jelas,”.
Dia mengatakan kalaupun yang menjadi alasan utama pembatalan Tender dikarenakan hanya satu alasan yaitu kontrak antara PT Merah Puti dan Pemda Bombana maka itu bukan hal yang wajar.
“Kontrak kerja itukan batasan waktu kerja yang diberikan oleh pemerintah Bombana terhadap PT Merah putih, biar masih status kontrak tapi kalau sudah selesai pekerjaanya kan tidak ada masalah, masa alat mau menganggur begitu saja,” Pungkasnya (k1/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top