Lima PNS di Konawe Terbukti Gunakan Pangkat Bodong – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Lima PNS di Konawe Terbukti Gunakan Pangkat Bodong

KOLAKA POS, UNAAHA  – Lima pegawai negeri sipil (PNS) di Konawe ketahuan gunakan pangkat palsu. Kelima PNS tersebut, yakni Candra dari Dinas Pertambangan, Mardani, Subair dari Diknas, Darma dari Satpol PP dan Endang dari Dinas Kesehatan. PNS yang bertugas diempat dinas tersebut ketahuan menggunakan pangkat palsu, setelah diketahui oleh kepala organisasi kepegawaian (Orpeg) Pemda Konawe Maskudin. Kini kelima pengguna pangkat tersebut, dalam proses pemberian sanksi oleh Pemda Konawe.
Pangkat yang digunakan kelima PNS tersebut, menurut Maskudin, tidak sesuai dengan mekanisme kenaikan pangkat, sehingga kelima PNS yang dengan sengaja menaikan pangkat tanpa melalui proses legal akan diproses, sedangkan oknum yang menjembatani penaikan pangkat kelima PNS itu juga akan ditindaki, meski dia tidak mengatakan siapa oknum yang melakukan perekayasaan pangkat tersebut.
“Mereka tidak menetapkan sendiri pangkatnya, tapi ada oknum-oknum yang mengurus kenaikan pangkat kelima PNS ini. Untuk pengurusanya itu ada di Badan Kepegawaian Daerah (BKD),” katanya.
Sementara itu, Sekda Konawe Ridwan mengatakan, kelima PNS tersebut dalam masa proses pemberian sanksi, untuk itu pihaknya tinggal tunggu keputusan bupati, tapi sanksi penurunan pangkat semula sudah dilakukan, begitu juga dengan pengembalian gaji dan tunjangan selama menggunakan pangkat palsu itu.
“Pengguna pangkat “naga bonar”, kita sudah proses demikian dengan sanksinya. Untuk sekarang sanksinya baru penurunan pangkat semula, sementara gaji dan tunjanganya juga harus mereka kembalikan sesuai selisih gaji IV B ke IV A, sedangkan oknum yang melakukan pengurusan pangkat saya belum dapatkan laporan siapa orangnya. Kita tunggu saja dari bupati karena kita sudah ajukan,” ungkapnya.
Dia memaparkan, kenaikan pangkat yang dilakukan kelima oknum tersebut, mamang sangat tidak masuk akal, jika dilihat dari eselonnya seharusnya beberapa pangkat mereka mentok di IV A dan di III B.
“Persyaratannya itu, jika hanya sampai eselon III B itu tidak bisa naik ke IV B, karena mentoknya itu di IV A, tapi mereka merekayasakan eselon untuk menaikan pangkat, jadi mereka merekayasa eselon III A untuk naik ke IV B. Seperti Mardani, Subair dan Darma, kecuali Candra memang sudah bersyarat tapi prosesnya yang salah, sedangkan Endang belum bisa naik ke III B,” bebernya.
Ditanya soal kerugian negara akibat pangkat bodong yang digunakan PNS selama beberapa bulan, dia tidak banyak menanggapi karena hal tersebut bukan menjadi tugasnya. “Saya tidak bisa menanggapi itu, tapi kalau terdapat kerugian negara konsekuensinya ada juga,” tegasnya. (m4)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top