Kontraktor Proyek Gedung DPRD Terancam Diblaklist – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Kontraktor Proyek Gedung DPRD Terancam Diblaklist

foto proyekKOLAKA POS, Makassar – Jasmin Kontruksi selaku kontraktor yang mengerjakan proyek renovasi kantor DPRD Makassar terancam diblaklist dari seluruh proyek pembangunan milik Pemerintah Kota Makassar.
Hal ini dikarenakan pihak kontraktor tidak mampu memenuhi janjinya untuk merampungkan seluruh pengerjaan khusus di lantai satu gedung DPRD Makassar, sesuai hasil rapat antara Dinas Perumahan dan Gedung, Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Makassar dan pihak kontarktor, beberapa waktu lalu.
“Jadi hasil rapatnya itu, pihak kontrakyor berjanji akan menyelesaikan seluruh pengerjaan renovasi di lantai satu hingga tanggal 15 Agustus,” terang salah seorang anggota Komisi C, Andi Pahlevi.
Untuk itu, legislator Gerindra ini menegaskan, bila tanggal yang ditetapkan, pihak kontraktor tidak mampu memenuhi janjinya, maka komisi C akan memanggil kembali Dinas Perumahan selaku pengguna anggaran beserta kontraktor dari PT. Jasmin Kontruksi. ”Yah kita akan panggil kembali,” singkatnya.
Konsekuensi lain yang mesti diterima pihak kontraktor adalah, jelas Andi Pahlevi, DPRD akan merekomendasikan agar perusahaan yang kafebel tidak lagi dibolehkan mengikuti lelang yang menjadi proyek pemerintah kota.
“Kita akan minta kontraktor tersebut diblaklist dari proram proyek pembangunan yang dianggarkan oleh pemerintah,” katanya.
Hingga kini pun terlihat baru dua ruangan yang selesai pengerjaannya, sementara ruang sekwan yang rencananya bakal menjadi ruang komisi belum terlihat ada perombakan, begitupun ruangan sekwan yang baru. Masih ada loteng yang lubang dan belum ditutupi. Selain itu, beberapa tembok belum semua selesai dicat. Toilet di lantai bawah juga masih terlihat jorok, balpon belum tertutup.
Sementara anggota komisi C lainnya, Zaenal Betta megatakan, sejak awal telah khawatir dengan proyek renovasi gedung DPRD yang terbengkalai tahun 2015 dan dianggarkan kembali melalui APBD pokok tahun 2016 dengan anggaran sebesar Rp1,4 miliar.
Ia mengaku telah melihat ketidakbonefitnya kontraktor PT Jasmin Kontruksi yang baru memulai pengerjaan setelah tiga bulan lamanya ditetapkan sebagai pemenang tender dan dinyatakan pengerjaan boleh dilakukan.
“Memang sejak awal saya sudah heran dengan perusahaan ini. Lain kali seluruh proyek harus ditender dengan cara yang profesional,” ucapnya. (fmc)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top