KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

foto SMP

Korban Basrun saat di BAP di temani keluarganya.

KOLAKA POS, UNAAHA – Dunia pendidikan Konawe kembali tercoreng oleh ulah salah seorang guru di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Unaaha. Kali ini guru penjaskes Irwanto menghajar siswa kelas tiga hingga mengalami memar di bagian kepala. Tak terima perlakuan itu orang tua siswa didampingi kerabat korban melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
Saat di BAP, korban Basrun (13) tahun siswa yang dianiaya itu mengatakan , penganiayaan terjadi dilingkungan sekolah. Ketika itu ia dan lima temannya tengah istrahat di sebuah pos sekolah. Tiba-tiba, salah seorang guru bernama Irwanto mendatangi mereka.
Melihat guru Penjaskes itu datang dengan membawa gunting, Spontan para siswa yang merasa diri panjang rambutnya berlarian. Namun salah seorang teman korban tertangkap. Ia kemudian dibawa ke bawah pohon mangga dan rambutnya digunting.
Ketika itu yang tadinya melarikan diri, memilih berdiri di parkiran tak jauh dari pohon mangga. seraya menyaksikan temannya yang tengah dihukum, Basrun dipanggil oleh Irwanto. Dia mengelak dan guru itu kemudian menghampirinya. Ketika gurunya mendekat, siswa kelas 3 SMP itu sempat lari namun tertangkap.
” Ketika itu dia tarik lengan bajuku sampe robek. Kemudian saya punya rambutku ditarik,” terangnya di ruangan Sentral Pelayanan Kepolisian (SPK) Resort Konawe saat dimintai keterangan oleh polisi.
Setelah menarik rambut siswanya, oknum guru itu langsung melayangkan tangannya ke jidat bagian kanan korban. Tamparan yang kuat itu membuat Basrun terjatuh di trotoar. Emosi sang guru terus berlanjut dengan menduduki paha Basrun yang masih dalam keadaan terlentang. Dalam posis itu, guru tersebut langsung menodongkan runcing mata gunting ke wajah anak didiknya.
” Abis dia todongkan guntingnya, Irwanto langsung mencekek saya dengan lengannya. Rencananya saya mau dibawa ke kantor, tapi tidak jadi,” jelasnya.
Karena tindakan Irwanto, Basrun mengalami lecet pada bagian belakang telinga kanan, benjol pada dahi bagian kanan dan lecet pada pergelangan tangan kanan. Selain itu, garis jahitan lengan kanan bawah seragam sekolahnya, robek hingga ke bagian samping perut.
Seteleh kejadian itu Basrun langsung pulang ke rumah orang tuannya. Sesampainya di kediamannya keluarga dekatnya memutuskan untuk membawa Basrun melaporkan ke pihak yang berwajib atas derita yang di alaminya. Petugas SPK Polres Konawe, Aiptu Jusul Trawan menuturkan laporan korban telah diterima dengan nomor: STPL/181/VIII/2016/SPKT. Kata dia, korban telah dibuatkan BAP-nya dan akan divisum. Selanjutnya kasus tersebut akan diserahkan ke Unit PPA Satreskrim polres Konawe untuk ditindaklanjuti. (m4/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top