Dokumen APBD Perubahan Koltim Diserahkan ke DPRD – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Kolaka Timur

Dokumen APBD Perubahan Koltim Diserahkan ke DPRD

 Bupati Koltim Tony Herbiansyah saat menyerahkan dokumen APBD Perubahan 2016 kepada Ketua DPRD Koltim Rahmatia Lukman untik dilakukan pembahasan lebih lanjut.FOTO : La Inga/Kolaka Pos

Bupati Koltim Tony Herbiansyah saat menyerahkan dokumen APBD Perubahan 2016 kepada Ketua DPRD Koltim Rahmatia Lukman untik dilakukan pembahasan lebih lanjut.FOTO : La Inga/Kolaka Pos

KOLAKA POS, TIRAWUTA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kolaka Timur kembali menggelar rapat paripurna, Senin (15/8). Rapat paripurna kali ini, dengan agenda penjelasan kepala daerah tentang Raperda APBD Perubahan Koltim tahun anggaran 2016.
Rapat istimewa yang dipimpin langsung oleh ketua DPRD Koltim yang didampingi dua unsur pimpinan DPRD lainnya, yakni Djuliansi Silondae serta Tadjuddin. Tak ketinggalan, Bupati Koltim Tony Herbiansyah serta Wakil Bupati Koltim Andi Merya Nur turut hadir termasuk Plt Sekda Koltim Samsul Madjid, serta beberapa pimpinan SKPD dan beberapa anggota
DPRD Koltim.
Dalam sambutannya Tony Herbiansyah memaparkan, untuk pendapatan asli daerah sebelum perubahan ditetapkan sebesar Rp14,880 miliar lebih, pada perubahan kali ini menjadi sebesar Rp15,655 miliar lebih atau naik sekitar 5,21 persen.
“Kenaikan ini disebabkan adanya kenaikan pada pendapatan pajak daerah, retribusi daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan yang sah,” ungkapnya.
Sementara untuk dana perimbangan lanjutnya, semula ditetapkan Rp540,494 miliar, setelah perubahan menjadi Rp529,541 miliar lebih atau mengalami kenaikan 2,07 persen. Dana perimbangan ini lanjut Tony, meliputi dana bagi hasil pajak atau bagi hasil bukan pajak semula ditetapkan sebesar Rp18,049 Miliar dan tidak mengalami perubahan, sementara dana alokasi umum sebesar Rp404,289 Miliar lebih tidak mengalami perubahan dan dana alokasi khusus yang sebesar Rp118,155 miliar lebih setelah perubahan menjadi sebesar Rp107,203 miliar lebih atau mengalami penurunan 9,48 persen.
“Hal ini disebabkan oleh pengurangan dana alokasi khusus fisik, sesuai dengan surat edaran Kementerian Keuangan nomor SE-10/MK.07 tahun 2016, tentang pengurangan atau pemotongan dana alokasi khusus fisik secara mandiri tahun 2016, sehingga berimbas pada penurunan pendapatan daerah,” jelasnya.
Sedangkan lain-lain pendapatan daerah yang sah lanjut ketua NasDem Sultra ini, semula ditetapkan menjadi sebesar Rp100,411 miliar setelah perubahan menjadi sebesar Rp103,923 miliar lebih atau mengalami peningkatan sebesar 3,50 persen.
Sementara lain-lain pendapatan daerah yang sah meliputi, dana bagi hasil pajak dari Provinsi dan pemerintah daerah lainnya sebesar Rp4,449 miliar lebih setelah perubahan menjadi sebesar Rp7.961 milair lebih atau mengalami peningkatan 78,93 persen. Untuk dana penyesuaian dan otonomi khusus semula sebesar Rp21,719 miliar lebih tidak mengalami perubahan,
pada sisi bantuan keuangan provinsi atau pemerintah daerah lainnya ditetapkan sebesar Rp2,261, pendapatan dana desa sebesar Rp71,981 miliar lebih tidak mengalami perubahan.
“Dengan demikian, secara keseluruhan pendapatan daerah sebelum perubahan sebesar Rp655,786 miliar lebih, setelah perubahan menjadi sebesar Rp649,120 miliar lebih, maka terjadi penurunan pendapatan daerah sebesar Rp6, 665 miliar lebih
atau 1,05 persen,” katanya.
Untuk belanja daerah lanjut mantan Pj Bupati Koltim yang pertama ini, sebelum perubahan sebesar Rp672, 44 miliar lebih mengalami penurunan menjadi sebesar Rp668,843 miliar lebih atau turun sebesar 0,36 persen.
Prediksi belanja tersebut direncanakan untuk membiayai belanja tidak langsung yang semula sebesar Rp312,497 miliar lebih, setelah perubahan menjadi sebesar Rp295,087 miliar lebih atau mengalami penurunan sebesar 5,53 persen yang ekuivalen
dengan Rp17,409 miliar lebih, sedangkan pada belanja langsung semula Rp359,647 miliar lebih menjadi Rp373,755 miliar lebih atau mengalami kenaikan sebesar 4,12 persen yang ekuivalen dengan Rp14,108 miliar lebih.
Untuk penerimaan pebiayaan daerah tahun anggaran 2016 bersumber dari Silpa tahun anggaran 2015. Sebelum perubahan sebesar Rp22,600 miliar lebih, setelah perubahan menjadi sebesar Rp26,765 miliar lebih atau mengalami kenaikan 18,42
persen. Pada sisi pengeluaran, pembiayaan daerah, semula ditetapkan Rp6,242 miliar lebih, setelah perubahan ditetapkan menjadi sebesar Rp7,042 atau mengalami kenaikan sebesar 12,81 persen.
“Hal ini terurai dalam pembiayaan untuk penyertaan modal pemerintah daerah yang semula Rp3 miliar, setelah perubahan menjadi Rp2,5 miliar dan pembayaran utang pihak ketiga sebelum perubahan sebesar Rp3,242 miliar lebih setelah
perubahan menjadi Rp4,542 miliar lebih,” tutupnya.
Sementaraa itu, Ketua DPRD Koltim Rahmatia Lukman mengatakan, setelah dokumen tersebut diterima, dalam waktu dekat ini pihaknya akan segera melakukan pembahasan lebih lanjut.
“Insya Allah bulan ini juga kami tetapkan. Sebab, kami bekerja tidak pernah berhenti untuk melakukan pembahasan tidak kenal waktu libur. Malam pun kami kerja. Ini kami lakukan, semata-mata demi kelangsungan pembangunan yang ada, khususnya demi terciptanya kesejahteraan masyarakat Koltim pada umumnya,” tuturnya saat ditemui usai rapat paripurna. (ing)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top