Serunya Lomba Engrang dan Galasing – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Serunya Lomba Engrang dan Galasing

Permainan Tradisonal yang Tergerus Zaman dan Teknologi

Peserta lomba engrang beradu kecepatan untuk mencapai finish.FOTO : Mirwanto/Kolaka Pos

Peserta lomba engrang beradu kecepatan untuk mencapai finish.FOTO : Mirwanto/Kolaka Pos

KOLAKA POS, KOLAKA – Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi permainan tradisional sudah jarang dimainkan oleh anak-anak jaman sekarang. Engrang dan Galasing (Asin) misalnya, pemainan ketangkasan dan kelincahan ini dulunya menjadi permainan favorit yang bisanya dimainkan anak-anak. Lalu bagimana keseruannya jika dimainkan jaman sekarang dan pemainnya terdiri dari para pemuda adan orang tua jaman sekarang? Berikut keseruan dan kemeriahan lomba engrang dan galasing dalam rangka Menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 71 yang digelar oleh DPD KNPI Kabupaten dan Kolaka Kejaksaan Negeri Kolaka yang menggandeng Dinas Pendidikan dan Dinas Pariwisata Kolaka yang digelar di Pantai Ria Kolaka, Sabtu (13/8).

Mirwanto Muda, Kolaka

Seolah kembali ke jamannya, bernostalgia dengan Permainan yang sederhana tanpa campur tangan teknologi digital, puluhan peserta yang terdiri dari para orang dewasa terlihat riang dan gembira memainkan Engrang (Permainan ketangkasan menggunakan media bambu) saat lomba ini dimulai.
Perlombaan menggunakan engrang yang bisa dimainkan oleh anak-anak ini berhasil mencuri perhatian dan mengundang gelak tawa para penonton, sebab pesertanya adalah para pemuda, pelajar, mahasiswa, dan bapak-bapak yang sudah berumur, bahkan dari personel TNI Kodim 1412 Kolaka pun ikut serta.
Perlombaan engrang ini digelar dilapangan pantai Ria Kota Kolaka. Layaknya lomba lari, Para peserta engrang berlomba untuk mencapai finish dalam jarak 13 meter bolak balik. Tak jarang ada peserta yang terjatuh saat bermain engrang ini , karena mereka tak terbiasa. Seperti yang menimpa salah satu peserta yaitu Hasrul Kolumba, yang terjatuh saat akan sampai di garis finish. “Seru sekali, sayangnya saya terjatuh,” tutur Hasrul, layaknya anak-anak yang meski sempat kesakitan namun tetap tersenyum gembira.
Berbagai kejadian lucu lainnya juga terlihat saat mereka bertanding, misalnya ada yang beberapa kali tak bisa berdiri diatas engrang tersebut meski telah mencobanya puluhan kali. Namun meski demikian, Beberapa peserta lainnya , saat lomba terlihat sangat serius menuju finish utnuk memenangkan loma tersebut. Para penonton dan suporter di pinggir lapangan pun terbahak-bahak menertawakan pola lucu dan kehebohan mereka. Gelak tawa dan keriuhan para penonton dipinggir lapangan pun semakin memeriahkan pertandingan tersebut.
Selain Engrang, pihak penyelenggara juga menggelar lomba bermain galasin yang terdiri dari 5 pemain dalam satu tim. Setiap tim beradu taktik dan kelincahan untuk bisa lolos dari penjagaan lawan dalam lapangan yang telah disediakan sedemikian rupa untuk meraih point.
Tak jarang beberapa peserta sudah tak ingat kembali dengan aturan permainan itu, sehingga mereka gagal meriah point. Beberapa diantaranya juga gagal menerapkan taktik yang telah dimusyawarahkan sebelumnya karena terjebak dalam kotak lapangan permainan. Pertandingan ini sangat menghibur dan menyenangkan, sepanjang pertandingan gelak tawa dan keriuhan ditengah lapangan terdengar.
“Lucu, seru, dan heboh juga, lihat bapak-bapak main asin, biasanya anak-anak kita sering lihat jaman dulu, pokoknya menghibur,” ungkap Asni, salah satu penonton yang hadir menyaksikan kegiatan tersebut.
Menurut panitia kegiatan itu diselenggarakan untuk memeriahkan peringatan hut ke-71 RI , sekaligus untuk lebih mengakrabkan antar pemuda dan warga. “Tentunya ini merupakan rangkaian dari perayaan HUT RI ke 71, Kita ingin lebih akrab dengan warga serta masyarakat umum lainnya, sekaligus juga kita ingin menghibur dengan menghadirkan permainan ini. Kita juga ingin menunjukkan kalau pemuda dan warga Negara Indonesia tetap bersinergi dalam mengisi kemerdekaan ini, “ tutur Akbar Dili, ketua DPD KNPI Kolaka.
Sementara itu, Jefferdian, Kapala Kejaksaan Negeri Kolaka, mengatakana bahwa permainan tradisional tersebut syarat dengan berbagai makna dan pelajaran untuk diteladani. “Selain menyenangkan tentunya permainan tradisional ini syarat dengan makan dan peljaran yang bisa diteladani, kita bisa lihat tadi dalam permainan engrang selaian diperlukan ketangkasan, juga semangat perjuangan dalam memainkannya, inilah yang ingin dihadirkan yang bisa menjadi pelajaran hidup, sementara dalam bermain galasing tadi, juga diperlukan kekompakan, musyawarah, kejujuran dan sportifitas, jadi memnag permainan tradisional ini syarat dengan makna dan nilai-nilai luhur yang semestinya tetap dilestarikan,” ungkapnya.
Dirinya juga mengatakan melalui permainan tradisional tersebut, bisa menananamkan pribadi taat hukum yang bisa dipraktekan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Kita bisa lihat tadi dalam permainan bagi yang melangar aturan kena hukum dan tentunya merugikan tim, yang main harus jujur kerana dilihat banyak orang, tentunya banyak nilai-nilai postif lainnya, sehingga sebagai penegak hukum, tentunya kami menghimbau kepada warga untuk taat hukum , tidak melanggar aturan hukum, tidak korupsi, jujur dalam pengelolaan anggaran Negara,” harapnya.
Jefferdian juga berharap kepada Pemerintah daerah untuk tetap member dukungan dalam pelestraian permainan tradisional yang sarat dengan nilai-nilai luhur bangsa tersebut. (***)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top