Kantor BPKAD Butur Terbakar, Dokumen Lima Tahun Ikut Ludes – KOLAKA POS

KOLAKA POS

KOTA KENDARI

Kantor BPKAD Butur Terbakar, Dokumen Lima Tahun Ikut Ludes

Bupati Butur Abu Hasan.

Bupati Butur Abu Hasan.

KOLAKA POS, KENDARI – Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Arsip Daerah (BPKAD) Kabupaten Buton Utara (Butur) Senin (1/8), terbakar. Dokumen pembangunan lima tahun sebelumnya juga ikut terbakar. Hal ini disampaikan Bupati Butur Abu Hasan Sabtu (13/8).

“Disitukan tempat pemyimpanan dokumen lima tahun lalu, maka dengan terbakarnya kantor tetsebut semua arsip-arsip dokumen-dokumen pembangunan juga ikut terbakar,” kata bupati yang belum tiga bulan menjabat itu, saat ditemui usai dilantik sebagai Ketua DPW SI Sultra, di Kendari.

Namun kendati telah terbakar lanjutnya, bukan berarti dokumen-dokumen tersebut telah habis, sebab masing-masing para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) masih menyimpan arsip dari dokumen-dokumen yang telah terbakar itu sesuai dengan fungsinya. “Misalnya dokumen pendidikan, kesehatan, selain ada di BPKAD juga ada di instansi masing-masing,” sebutnya.

Dan juga sebutnya, terbakarnya Kantor BPKAD tersebut tidak terlalu mempengaruhi pekerjanya, sebab Dokumen-dokumen pembangunan di tahun 2016 dan perencanaan kedepanya tidak ikut terbakar.

“Ada pengaruhnya cuman tidak seberapa singnifikan. Itukan yang di bakar gedung berikut dokumen pembangunan lima tahun terakhir, sedangkan dokumen pekerjaan-pekerjaan tahun 2016 dan seterusnya itu ada di gedung dua dan tidak ikut terbakar,” ungkapnya.

Saat ditanyai apakah pembakaran gedung BPKAD tersebut sebagai usaha pihak lain untuk menghilangkan jejak, mengingat saat ini di Butur banyak kasus korupsi, mantan Karo Humas Pemprov Sultra ini enggan untuk berandai-andai.

“Tidak bisa kita berandai-andai bahwa ini adalah sesuatu yang disengaja untuk menghilangkan jejak lima tahun itu tidak boleh seperti itu, karena saat ini lagi diselidiki oleh Kepolisian dan TNI, dan intel korem pun sudah turun, juga Polres kabupaten, Polda dan laboratorium forensik Makassar, biarkan diselidiki dulu,” pungkasnya (k1/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top