Pemkab Konawe Optimis Pertahankan Opini WTP – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Jazirah Sultra

Pemkab Konawe Optimis Pertahankan Opini WTP

Kepala BPKAD Konawe, Ferdinan.

Kepala BPKAD Konawe, Ferdinan.

KOLAKA POS, UNAAHA  –  Upaya pemerintah kabupaten (Pemkab) Konawe terus berupaya mempertahankan predikat opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Teranyar, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Konawe, memanggil pengurus dan pembantu pengurus barang dan aset daerah, untuk mengikuti pelatihan bimbingan tehnis dalam pengelolaan aset daerah, ditiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lingkup Pemkab Konawe.
Kegiatan yang dilaksanakan tersebut, sebagai bentuk keseriusan Pemkab Konawe dalam memperbaiki pengelolaan barang milik daerah dan keuanganya di tahun ini, terlebih opini WTP yang sudah disematkan BPK RI untuk Konawe, merupakan tanggung jawab bersama. Untuk itu, demi terciptanya pengelolaan aset daerah yang baik di tahun kedepan kegiatan tersebut memang perlu dilakukan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe Ridwan, berpesan kepada pengurus dan pembantu pengurus barang, bahwa aset daerah yang selama ini menjadi barang inventaris tiap SKPD jangan hanya dilihat bentuknya, karena setiap barang milik daerah merupakan aset yang terhitung, kecil besar barang tersebut untuk mengadakanya itu butuh proses, olehnya itu sebagai penanggung jawab barang tugasnya mencatat aset-aset yang ada di SKPD masing-masing.
“Masalah barang jangan main-main, barang yang bergerak atau tidak bergerak harus dicatat, karena semua itu aset daerah, biar yang sudah tua, namanya aset daerah harus dicatat, sebab barang itu tidak datang sendirinya, butuh proses, butuh mekanisme untuk mengadakan barang tersebut,” ungkap Ridwan.
Sementara itu, Kepala BPKAD Konawe Ferdinan menegaskan, kegiatan yang dilaksanakan tersebut sebagai bentuk memperbaiki pengelolaan barang dan aset daerah, agar kedepannya permasalahan aset yang selama ini menjadi masalah di Konawe tidak lagi carut marut, terlebih aset-aset daerah yang sudah puluhan tahun rusak. Meski aset daerah yang sudah tidak ada barangnya itu tetap masuk dalam jumlah kekayaan daerah dan masih ada catatanya di aset daerah.
“WTP itu diharapkan semua Pemda, dari 18 pemerintah kota dan provinsi. Jadi para petugas pengurus barang dan bendahara harus mencatat barang-barang atau aset di tahun berjalan maupun kejadian-kejadian yang sudah lampau, jadi semua dinas baik kecil maupun besar itu sama, karena aset itu membuktikan jumlah kekayaan daerah. Untuk aset daerah Konawe itu berjumlah Rp1.2 triliun, meski ada sebagian barang dan aset jika dinilai sudah menyusut,” jelas Ferdinan.
Ferdinan menambahkan, dengan kegiatan tersebut diharapkan fungsi pengurus dan pembantu pengurus lebih berperan aktif lagi dalam fungsinya.
“Barang milik daerah itu dicatat dan dilaporkan, meski ada peraturan baru itu sama penegasannya, yang dibelanjakan dari APBD maupun sumber lain, jadi dengan adanya bimbingan ini, pengurus barang dan pembantu pengurus bisa lebih telaten lagi karena hanya ini kendalanya kita, sehingga kadang tugasnya diambil orang lain, nah sekarang kita ajak mereka lebih telaten, peduli dan terlatih. Karena pengurus barang itu bukan hanya pada pengurusnya tapi ada pada pimpinannya,” terangnya.
Sementara untuk pengelolaan keuangan dalam mempertahankan WTP, dia mengatakan kerjasama antara pimpinan perlu diterapkan selalu, karena pengelolaan keuangan merupakan bagian dari aspek WTP, untuk itu akuntabilitas pengelolaan keuangan itu wajib diperbaiki baik pengeluaran, laporan, peraturan pemerintah dan kerja sama pemerintah daerah.
“Bendahara kita tingkatkan kemampuanya, pimpinan SKPD juga kita tingkatkan kepedulianya, karena WTP itu kan berdasarkan penilaian BPK terhadap empat aspek, pertama kesesuaian laporan dengan standar akuntansi pemerintah, efektifitas pengendalian internal, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, kecukupan bukti saat penyajian laporan,” ungkapnya.
Jadi fokus kegiatan ini bertujuan untuk memperbaiki pengelolaan keuangan dan aset daerah, serta melakukan pembenahan disegala lini instansi agar kedepanya lebih baik lagi, juga untuk pembekalan kerja kepada pengurus barang dan bendahara dalam mempertahankan opini WTP di Konawe, agar tahun berikut WTP ini tetap tersematkan di Konawe.
“Sebagai reward karena Konawe telah mendapat WTP, maka insentif bagi para pengurus barang di tahun depan akan dinaikan,” katanya. (m4)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top