DPRD Kolaka Protes Minimnya Anggaran Bahas Ranperda – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

DPRD Kolaka Protes Minimnya Anggaran Bahas Ranperda


KOLAKA POS, KOLAKA – 
Minimnya anggaran terkait pembuatan rancangan peraturan daerah di DPRD Kolaka, membuat salah satu anggota DPRD mengusulkan penambahan anggaran tersebut dengan dalih untuk memaksimalkan kualitas dari perda yang dihasilkan.
“Bagaimana kita mau dapatkan raperda yang berkualitas kalau begini anggarannya, makanya kami usulkan kalau bisa ditinjau ulang 45 juta rupiah untuk satu perda itu, kalau bisa dalam perubahan minimal 200 juta rupiah. Sebab kalau tidak ada perubahan dengan anggaran terbatas tersebut jangan salahkan kami asal bikin perda,” curhat Rusman, anggota DPRD Kolaka dari partai Demokrat dalam rapat gabungan komisi-komisi tentang pembahasan tujuh raperda Kolaka kemarin di aula rapat paripurna DPRD Kolaka.
Rusman juga mengatakan dalam pembahasan raperda diperlukan beberapa kajian dan kunjungan ke beberapa tempat sebagai pembanding, sehingga tak jarang anggaran perjalanan dinas mereka terpotong untuk kajian raperda tersebut.”SPPD kita yang ada normal yang kita sudah rencanakan untuk kegiatan lain terbatas juga, terkadang kita ambil untuk raperda tersebut, jadi kalau tidak ada perubahan jangan salahkan kami,” ungkapnya.
Bahkan dalam Forum itu, Rusman mengungkap, SPPD perjalanan untuk menindaklajuti raperda tersebut ke Propinsi sudah tidak ada. “Saya tidak mau pergi, sudah habis spdd mau ke sana,” papar Rusman.
Bagai gayung bersambut, menanggapi hal itu, Ketua DPRD Parmin Dasir yang memimpin rapat tersebut mendukung usulan penambahan anggaran raperda tersebut.”Tak bisa kita pungkiri, anggaran Raperda kita jauh dibawah dari daerah lain, terbatasnya anggaran itu membuat kita tidak bisa berbuat banyak, memang perda memerlukan kajian, seperti dikatakan saudara Rusman tadi, kita perlu kajian kesana untuk membandingkan dan lain sebagainya, kita butuh anggaran yang cukup bukan lebih, sehingga Sekwan dan Bappeda terkait penganggaran ini harus kita perhatikan,” jelas Parmin.
Hal lain yang terungkap dalam rapat pembahasan tersebut rupanya beberapa Raperda yang diusulkan terdapat kesalahan teks dan bahkan terkesan copy paste dari perda daerah lain. “Masih adanya kata Kabupaten Karawang dalam naskah raperda yang harus diganti,” papar Amiruddin Massang, anggoat DPRD Komisi II dalam laporan komisi II yang dibacakannya terkait usulan raperda tersebut.
Sementara itu, Komisi III, dalam laporannya menyebutkan ada beberapa point naskah Raperda yang perlu perubahan. “Terkait rancangan perda mengenai Penyelenggraan Perlindungan Anak terdapat beberapa perubahan seperti pada pasal 8 ayat 3 poin h…memperoleh perlindungan dari bahaya rokok dan ditambah kalimat..minuman beralkohon serta pengaruh terhadap penyakit masyarakat…” papar H. Mustafa, anggota Komisi III dalam laporannya itu.
Sementara itu, Musdalim Zakkir, anggota Komisi I, legislator PKPI, dalam laporannya terkait raperda Raperda penetapan hari jadi kabupaten Kolaka dan sejarah singkat terbentuknya kabupaten Kolaka tahun 2016 seolah tak bisa berkutik untuk merubah tanggal penetapan hari jadi Kolaka yang menuai berbagai polemik. ” Terjadi perdebatan yang sangat alot, terkhusus pada Pasal 2 tentang hari jadi Kabupaten Kolaka pada tanggal 29 Februari tahun 1960 yang merujuk pada pelantikan dan pengambilan sumpah Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kolaka yang pertama dimana sebagian peserta rapat berpendapat bahwa hari jadi Kabupaten Kolaka seharusnya pada tanggal 4 Juli 1959 dengan keluarnya UU no 29 tahun 1959 karena momentum sejarahnya kemudian bukan pada pelantikan pemimpinnya tetapi terletak pada saat ditetapkan sebagai daerah Tingkat II, karena kalu kita merujuk tanggal 29 Februari 1960 akan diperhadapkan pada tahun kabisat yang kemudian akan berpolemik pada hikmat peringatan itu sendiri. Tetapi dalm perkebangan rapat telah menghasilkan keputusan melalui voting dan memutuskan bahwa hari jadi kabupaten kolaka tetap pada tanggal 29 februari 1960,” ungkap Musdalim. (cr4/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top