124 Kades di Muna Diperiksa Kejari – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

124 Kades di Muna Diperiksa Kejari

Terkait Perjalanan Studi Banding Libatkan BPMD dan DPPKAD


KOLAKA POS, RAHA – 
Proses penyidikan dugaan penyelewengan Alokasi Dana Desa (ADD) yang digunakan untuk biaya studi banding ke Yogyakarta oleh 124 kades di Muna pada 2015 lalu, dimana pada saat itu ratusan aparat desa di wajibkan menyetor uang sebesar 10 juta rupiah perorang kepada BPMD Muna sebagai penyelenggara.
Diduga, kasus tersebut selain melibatkan BPMD juga melibatkan DPPKAD Muna. Namun, kasus itu masih bergulir di Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna. Bahkan, hingga saat ini Kamis (10/8) Kejaksaan baru memeriksa 10 orang kades yang menjadi saksi atas biaya perjalanan studi banding program BPMD menggunakan dana dari keungan APBD tersebut.

Akan tetapi, hingga saat ini Kejaksaan masih menutup diri untuk mengungkapkan berapa besar kerugian negara atas kegiatan studi banding tersebut. Kendati sudah 10 orang kades yang memenuhi panggilan mereka untuk diperiksa sebagai saksi.

Tidak hanya itu, Kejaksaan juga sejauh ini belum dapat menetapkan siapa tersangkanya.

“Baru sepuluh kades yang diperiksa dengan membawa dokumen berupa SPJ,” ucap Kasi Intel La Ode Abdul Sofyan, diruang kerjanya pada awak media Kamis (11/8).

Mirisnya, saat wartawan ingin lebih jauh interview soal kapan kades diperiksa, La Ode Abdul Sofyan langsung menjauhi awak media saat itu sembari mengatakan sudah dulu saya mau rapat dilantai II.

Untuk diketahui saat ini kejaksaan sudah memeriksa Kepala BPMD Muna La Palaka, Kepala Bidangnya Nazaruddin dan bendaharanya. Bahkan Kadis DPPKAD Ratna Ningsih juga ikut di periksa dalam kasus ini. Namun sayangnya, kasus ini belum ada penetapan tersangka. Padahal, status kasus tersebut sudah dinaikkan dari penyelidikan menjadi tahap penyidikan. (m1/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top