SDN 1 Tambea Dituding Tidak Transparan Kelola BSM – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Metro Kolaka

SDN 1 Tambea Dituding Tidak Transparan Kelola BSM

Kasek Dihearing DPRD

 

KOLAKA POS, KOLAKA – Adanya aduan dari orang tua murid SDN 1 Tambea, terkait Proses Belajar Mengajar (PBM) di sekolah tersebut, serta tidak transparannya penyaluran dana Bantuan Siswa Miskin (BSM), membuat anggota komisi III DPRD Kolaka, melakukan hearing dengan dewan guru dan kepala SDN 1 Tambea, Rabu (10/7) di aula komisi III.
Selain dihadiri oleh seluruh anggota komisi III DPRD, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) tersebut, juga turut hadir perwakilan orang tua murid dan kepala desa Tambea.
Muhammad Adi selaku perwakilan orang tua murid mengatakan, aturan kedisiplinan yang diberlakukan oleh pihak sekolah, hanya berlaku bagi murid yang datang terlambat tidak diizinkan masuk, sementara guru yang datang terlambat tetap masuk pekarangan sekolah usai apel atau upacara.
”Kalau jam tujuh (pagi, red)) pagar sudah digembok, jadi anak-anak yang datang terlambat berkeliaran di luar pagar, ada yang pergi main-main di pohon bambu, kalau gurunya datang terlambat tetap dibukakan pintu,” ungkapnya.
Selain itu lanjut Adi, tidak ada transparansi dari pihak sekolah, terkait penyaluran dana BSM. ”Sebelum penerimaan buku rapor kemarin, orang tua murid sempat ribut kenapa tidak ada pencairan dana BSM, saya juga tidak tahu persis berapa kali sebenarnya pencairan dananya pertahun, apakah persemester atau pertriwulan. Tidak ada kejelasan dari pihak sekolah terkait siapa saja yang menerima dan besarannya berapa, persiswa,” bebernya.
Kepala SDN 1 Tambea Anyta menjelaskan, kedisiplinan sudah sewajarkan diterapkan kepada anak sekolah sejak dini, biar lebih terbiasa hidup teratur. ”Jam tujuh (pagi, red) pagar sudah kita tutup, karena kalau pagi kegiatannnya anak-anak di sekolah itu, upacara hari Senin atau hari biasanya melaksanakan kegiatan Asmaul Husna, kalau yang terlambat dibiarkan masuk maka akan mengganggu temannya yang lain, nanti setelah upacara atau Asmaul Husna baru masuk, adapun yang terlambat kemudian pergi bermain di pohon bambu, kami tidak bisa mengawasi semua yang ada di sana, yang kami awasi cuma yang ada di dalam pekarangan sekolah,” ungkapnya.
Terkait penyaluran dana BSM yang terlambat di sekolahnya, dikarenakan ada miskomunikasi antara pihak UPTD Diknas dan sekolah, bahwa 24 murid SDN 1 Tambea masuk dalam daftar penerima BSM.
”Memang sebelum libur kemarin sempat diskusi dengan orang tua murid karena ada ribut, lantaran terlambat ada info dari Diknas atau UPTD, bahwa ada nama-nama anak dari SDN 1 Tambea menerima BSM, kasek disuruh mengambil data file penerima BSM, cuma kesalahannya itu terlambat disampaikan kepada saya, adapun besaran yang berbeda antara penerima, karena sesuai data dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan, yang direkomendasikan ke Kemendikbud,” ujarnya.
Seperti biasa sebelum dana dicairkan kata dia, pihaknya melakukan koordinasikan terlebih dahulu kepada orang tua murid, untuk deal dengan orang tua terkait ”jatah” untuk guru yang melakukan pengurusan.
”Kita sampaikan bahwa yang diterima Rp450 ribu, Rp50 ribu untuk biaya administrasi dan guru yang melakukan pengurusan mereka sudah sepakat,” tandasnya. (cr1)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top