Nahkoda Ditetapkan sebagai Tersangka – KOLAKA POS

KOLAKA POS

KOTA KENDARI

Nahkoda Ditetapkan sebagai Tersangka

 Tragedi Terbakarnya KM. Lintas Samudera

Nahkoda Kapal Saat Diperiksa Penyidik Pol Air. FOTO : Kadamu/Kolaka Pos

Nahkoda Kapal Saat Diperiksa Penyidik Pol Air. FOTO : Kadamu/Kolaka Pos

KOLAKA POS, KENDARI – Tragedi Kapal KM. Lintas Samudera dengan rute Raha-Maligano yang memakan korban 6 orang meninggal dunia kini ditangani oleh Polisi Perairan (Pol Air) Polda Sultra.

Kasigakkum Pol Air, Kompol Mohamadong, mengatakan, berdasarkan keterangan Nahkoda, kapasitas Kapal 60 orang, dan jumlah penumpang saat itu hanya 23 orang dan memuat BBM jenis bensin 100 jerigen. Dimana setiap jerigen 20 liter. Sehingga untuk sementara yang ditetapkan sebagai tersangka Nahkoda Kapal, La Ole (45) Desa Lapole, Kecamatan Maligano, karena telah lalai dalam menjalankan tugasnya. “Yang lainnya masih dalam pengembangan,” imbuhnya, saat ditemui di ruangannya. Selasa (08/8).
Lebih lanjut, Kasus ini akan dikembangkan, dan akan memanggil Amir sebagai pemilik BBM jenis bensin, dan Adam sebagai perhubungan laut yang bertugas di pelabuhan Laino. “Untuk hari ini Kami memanggil Amir dan kami akan periksa besok. Sementara Adam, kami akan panggil untuk dijadikan saksi kalau bukti masih kurang,” katanya.

Mohamadong mengungkapkan, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, La Ole dikenakan pasal berlapis, yakni pasal 302 dan pasal 323, ayat 1,2 dan 3 Jo 117.
Tentang ayat 1, Kapal berlayar tanpa SPB, ancaman hukuman 5 tahun, ayat 2, mengakibatkan kecelakaan Kapal dan kerugian harta benda ancaman hukuman 10 tahun, dan ayat 3 mengakibatkan kematian ancaman hukuman10 tahun dan denda 1,5 Miliyar.

Untuk diketahui penyebab terbakarnya kapal, mesin pertama dinyalakan sampai mesin ketiga, setelah mesin keempat dinyalakan tiba-tiba percikan api keluar dari mesin tersebut, dan menyambar selang bensin, sehingga kebakaran pun tidak terhindarkan. (P2/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top