Giliran LSM Soroti Camat Pomalaa – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Giliran LSM Soroti Camat Pomalaa

KOLAKA POS, KOLAKA – Camat Pomalaa Sairman, yang membebankan uang sebagai ”Setoran Wajib”, kepada PNS di kecamatan Pomalaa senilai Rp.50 ribu, untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (Hut) Republik Indonesia (RI) ke 71, terus menuai kritikan.

Selain dari Sekertaris Daerah (Sekda) kabupaten Kolaka, Poitu MUrtopo dan ketua DPRD Kolaka Parmin Dasir, kritikan juga datang dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Yayasan Pengembangan Pelayanan Publik (Yapplik) kabupaten Kolaka.

Ketua Yapplik kabupaten Kolaka Nasruddin Foker mengatakan, apa yang dilakukan mantan camat Polinggona dan panitia HUT RI ke 71, di kecamatan Pomalaa sangat keliru dan sebuah kesalahan.
”Kalau saya menilai bahwa, jika sumbangan yang sifatnya sukarela sebagai bentuk partisipasi PNS, pada HUT RI ke 71 di kecamatan Pomalaa sah-sah saja. Tapi kalau dipatok nilainya bukan lagi sumbangan namanya, sudah barang tentu ada pro dan kontra,” ungkapnya yang ditemui di sebuah hotel yang ada di Kolaka.

Pria yang akrab disapa Nas tersebut menjelaskan, Camat Pomalaa mestinya harus membedakan sumbangan secara sukarela, dengan setoran wajib yang nilainya sudah dibandrol. ”Kalau dipatok Rp50 ribu bagi PNS di Pomalaa, aturan atau rujukannya apa? Kalau berdasarkan hasil pertemuan dan kesepakatan, apakah saat pertemuan semua dilibatkan atau hanya camat dan panitia yang sepakati,” tanyanya.

Yang jelas kata dia, biaya senilai Rp50 ribu yang dibebankan kepada PNS di Pomalaa, bukan sumbangan sukarela karena dipatok, jadi wajar saja jika ada PNS yang merasa keberatan.

”Harusnya, jika Camat Pomalaa ingin PNS berpartisipasi, jangan dipatok. Saya rasa kalau tidak dipatok, jangankan PNS, masyarakat pun juga bisa ikut menyumbang. Lagi pula kalau PNS dipatok Rp50 ribu tapi tidak ikhlas, tidak ada gunanya juga, ” tandasnya. (cr1/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top