Sambut HUT RI, IRT di Puundoho Gelar Sepakbola Dangdut – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SAFARI DESA

Sambut HUT RI, IRT di Puundoho Gelar Sepakbola Dangdut

Dua pemain berduel memperebutkan sikulit bundar.FOTO : Mirwanto Muda/Kolaka Pos

KOLAKA POS, KOLAKA – Keunikan dan kelucuan ibu-ibu rumah tangga (IRT) saat bermain sepakbola, dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan RI ke-71 berhasil mencuri perhatian dan mengundang gelak tawa penonton, apalagi disetiap lima menit pertandingan sepakbola berlangsung tersebut, para ibu rumah tangga itu harus berhenti bermain sepak bola untuk joget dangdut bersama ditengah lapangan.
Pertandingan sepakbola tersebut digelar di lapangan sepakbola Kelurahan Puundoho, pemainnya terdiri dari dua kelompok dasa wisma IRT yang ada di kelurahan Puundoho, kecamatan Baula. Untuk membedakan kedua tim, salah satu tim menggunakan kain sarung, sementara tim lainnya menggunakan pakaian daster.
Karena tak terbiasa bermain sepakbola, berbagai kejadian lucu terlihat saat mereka bertanding, namun meski demikian mereka juga terlihat sangat serius berlari mengejar bola, untuk memasukannya ke gawang lawan. Tetapi keseriusan mereka mengejar bola tiba-tiba saja buyar saat lantunan lagu dangdut terdengar. Pertandinganpun dihentikan wasit dan mereka diharuskan berjoget dangdut ditengah lapangan.
Joget dangdut ditengah pertandingan adalah ketentuan yang dibuat panitia, setiap lima menit pertandingan berlangsung. Para penonton dan suporter di pinggir lapangan pun terbahak-bahak menertawakan pola lucu dan kehebohan mereka, terutama saat terjadi rebutan bola lalu tiba-tiba harus terhenti untuk berjoget ria bersama. Gelak tawa dan keriuhan para penonton di pinggir lapangan pun semakin memeriahkan pertandingan tersebut.
“Ya harus berjoget, kalau tidak dikasih kartu kuning, makanya setiap ada musik terdengar, pertandingan berhenti dulu, semua harus joget,” ujar Mindrang kepada Kolaka Pos, salah satu wasit dalam pertandingan tersebut kemarin.
Aturan berjoget dangdut tersebut tak menyurutkan IRT ini untuk melanjutkan pertandingan, dengan mengejar dan menghadang lawan saat pertandingan kembali dilanjutkan. Meski dinamakan sepakbola wanita, namun lebih mirip futsal karena setiap tim hanya beranggota tujuh orang. Lapangan tempat pertandingan pun tidak menggunakan keseluruhan lapangan besar, hanya seperempatnya saja dan gawang pun hanya kecil.
Setiap tim beradu taktik untuk menggempur pertahanan lawan, dan menjebol gawang yang dijaga pemain secara bergantian. Kehebohan semakin menjadi-jadi saat gol terjadi, beberpa penonton yang berada di pinggir lapangan ikut masuk berjoget merayakan gol tersebut. Pertandingan ini sangat menghibur dan menyenangkan, sepanjang pertandingan gelak tawa dan keriuhan ditengah lapangan terdengar. “Kita sangat senang, terhibur, lucu-lucu, karea tidak biasa kita lihat ibu-ibu main bola, kalau dulu kan bapak-bapak yang kita suka nonton, sekarang terbalik,” ujar Hasmawati, salah seorang warga.
Menurut panitia kegiatan itu diselenggarakan untuk memeriahkan peringatan HUT ke-71 RI, sekaligus untuk lebih mengakrabkan antar warga. ”Kita ingin bisa lebih menghiburlah, kalau sepakbola pria kan sudah umum, makanya kita coba tahun ini bikin untuk ibu-ibu, dan Alhamdulillah direspon, sekitar 10 tim ibu-ibu siap, ini juga merupakan rangkaian peringatan HUT RI yang ke 71,” ujar Kamaluddin, Ketua Panitia. (cr4/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top